Faktor kepuasan kerja yaitu sebuah hasil yang dirasakan oleh karyawan.
Apabila karyawan puas dengan pekerjaannya, maka ia akan bertahan untuk bekerja
pada perusahaan tersebut. Faktor yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat
kepuasan kerja karyawan pada dasarnya secara afektif dan efisien yang dapat
dibedakan menjadi dua kelompok yaitu faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik. factor
intrinsic yaitu factor dari diri karyawan yang dibawa sejak mulai bekerja di
perusahaan tersebut. sedangkan fakktor ekstrinsik yaitu menyangkut hal- hal dari
luar diri pegawai seperti kondisi fisik lingkungan kerja, interaksi dengan orang lain
atau lain sebagainya.
Menurut pendapat yang dikemukakan oleh Anwar Prabu (2004: 120),
faktor-faktor yang bisa meningkatkan kepuasan kerja adalah:
1) Faktor pegawai, sebagai berikut kecerdasan (IQ), kecakapan khusus, umur, jenis
kelamin, kondisi fisik, pendidikan, pengalaman kerja, masa kerja, kepribadian,
emosi, cara berpikir, persepsi dan sikap kerja.
2) Faktor pekerjaan, sebagai berikut jenis pekerjaan, struktur organisasi, pangkat
(golongan), kedudukan, mutu pengawasan, jaminan financial, kesempatan promosi
jabatan, interaksi sosial, dan hubungan kerja.
Banyak factor yang dapat meningkatkan kepuasan kerja karyawab dengan
peranannya memberikan kepuasan kerja tergantung pada diri mereka masing-
masing karyawan, yang mana dengan memiliki factor berbeda-beda dapat
mempengaruhi dalam peningkatan maupun penurunan kepuasan kerjanya. Menurut
Susilo Martoyo (2007: 156) faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja
seseorang adalah:
1) Tingkat absensi karyawan
2) Perputaran (turnover) tenaga kerja
3) Semangat kerja
4) Keluhan-keluhan
5) Masalah-masalah personalia yang vital lainnya
Salah satunya tingkat absensi karyawan dapat menjadi faktor penyebab
kepuasan kerja karena apabila karyawan tidak puas dalam bekerja dapat
mengakibatkan karyawan menjadi malas berangkat ke kantor sehingga tingkat
absensi menjadi tinggi. Karyawan kurang semangat dalam menyelesaikan
pekerjaan yang pada akhirnya hasil kerja menjadi tidak maksimal. Berawal dari
melakukan pekerjaan yang kurang semangat kemudian malas berangkat ke kantor
pada akhirnya hal tersebut dapat menjadikan karyawan berkeinginan untuk pindah
kerja atau berhenti bekerja di perusahaan tersebut
