Berdasarkan teori yang dikemukakan Gibson et al (2012), Kinerja
Seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut, yaitu (Chairunnisah et al.,
2021):
a. Faktor Individu
Menurut gibson et al (2012) faktor individu terdiri dari kemampuan dan
keterampilan, latar belakang, serta demografis. kemampuan dan keterampilan
20
meliputi mental dan fisik. latar belakang meliputi keluarga dan pengalaman.
karakteristik demograsi meliputi umur, etnnis dan jenis kelamin
- Kemampuan dan keterampilan
Kemampuan dan keterampilan memainkan peran dalam kinerja
individu. Kemampuan adalah sifat alamiah atau yang dipelajari yang
membolehkan seseorang untuk melakukan sesuatu (mental/fisik). Sedangkan
keterampilan adalah kompetensi yang terkait dengan tugas atau pekerjaan. - Latar belakang
Meliputi keluarga dan pengalaman. Individu yang berasal dari keluarga
dengan kebiasaan positif seperti disiplin, tanggung jawab, dan jujur akan
membawa sikap positif tersebut di tempat kerja. Individu yang memiliki
pengalaman kerja yang banyak dan sesuai dengan bidang pekerjaannya akan
mempengaruhi kinerja yang semakin baik pula. - Demografi
Klasifikasi demografis yang paling penting adalah jenis kelamin dan
ras. Berdasarkan jenis kelamin, terdapat perbedaan kinerja antara laki-laki dan
perempuan untuk pekerjaan tertentu. Ras berkaitan dengan cultural, values,
language skills dan educational preparation. Kesamaan suku dapat
meminimalisasi adanya kendala bahasa daerah yang digunakan dalam
berkomunikasi dengan customer sehingga kinerja menjadi lebih optimal.
b. Faktor Psikologi
Faktor psikologis meliputi lima sub faktor yaitu persepsi, attitude,
personality, pembelajaran, dan motivasi. - Persepsi
Persepsi adalah proses kognitif di mana seseorang memahami
lingkungannya dengan mengorganisasikan dan menafsirkan rangsangan
sebagai pengalaman psikologis. Dalam proses persepsi, individu menggunakan
lima hal yaitu penglihatan, sentuhan, pendengaran, perasaan, dan penciuman
untuk memahami lingkungannya. - Attitude
Sikap adalah respons yang tidak terlihat langsung dari seseorang
terhadap suatu objek atau stimulus. Sikap hanya bisa dipahami melalui perilaku
yang tertutup. Sikap mencerminkan reaksi emosional terhadap stimulus sosial. - Personality
Kepribadian adalah kumpulan kecenderungan dan karakteristik yang
mempengaruhi kesamaan dan perbedaan dalam perilaku individu. Beberapa
orang memperhatikan kualitas dari pekerjaan mereka, sementara yang lain
tidak. Ada yang pasif dan yang sangat agresif - Pembelajaran
Pembelajaran merupakan proses perubahan perilaku yang bersifat
relatif permanen yang terjadi karena adanya pengalaman. Perubahan perilaku
merupakan bukti bahwa pembelajaran telah terjadi. Individu yang memiliki
kemampuan belajar yang baik mampu menyesuaikan diri dengan perubahan
lingkungan dengan lebih cepat dan efektif, sehingga dapat menghasilkan
kinerja yang lebih baik. - Motivasi
Motivasi dan kemampuan untuk bekerja saling berinteraksi dalam
mempengaruhi kinerja. Teori motivasi mencoba untuk menjelaskan dan
memprediksi bagaimana perilaku individu dibangun (aroused), bertahan
(sustained) dan berhenti (stopped).
c. Faktor Organisasi
Faktor Organisasi meliputi lima sub faktor yaitu sumber daya,kepemimpinan,
penghargaan, struktur, dan job design. - Kepemimpinan (Leadership)
Kepemimpinan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja
individu, kinerja kelompok, dan kinerja organisasi. Beberapa orang percaya
bahwa kepemimpinan yang efektif tergantung pada sikap dan perilaku. Ada
pendapat yang menyatakan bahwa satu gaya kepemimpinan cocok untuk
semua situasi, sementara pendapat lain menyatakan bahwa setiap situasi
memerlukan gaya kepemimpinan yang berbeda. Terlepas dari jenis gaya
kepemimpinan yang dimiliki, seorang pemimpin harus mampu memahami
potensi masing-masing individu agar dapat mempengaruhi bawahannya untuk
mencapai kinerja optimal. - Penghargaan (reward)
Memberikan penghargaan kepada individu dapat mempengaruhi
motivasi sehingga individu akan lebih termotivasi untuk menyelesaikan
pekerjaan dengan lebih baik. Penghargaan dapat berupa insentif, bonus, atau
pujian terhadap kinerja individu. - Struktur
Kualitas kinerja individu dalam sebuah organisasi dipengaruhi oleh
kualitas pengaturan struktur organisasi yang ada. Jika struktur organisasi dibuat
dengan baik, maka kinerja individu dalam organisasi akan menjadi lebih baik,
sedangkan jika struktur organisasi buruk, kinerja individu juga akan buruk. - Job Design
Job design adalah proses di mana seorang manajer menentukan tugas,
metode, dan keterkaitan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan organisasi dan
individu. Job design mencakup penentuan tugas yang harus dilakukan, metode
yang akan digunakan untuk menyelesaikan tugas tersebut, dan bagaimana
pekerjaan tersebut berhubungan dengan pekerjaan lain dalam organisasi
