Hubungan Antara Perceived Organizational Support denganKomitmen Organisasi


Setiap individu memiliki prinsip dan tujuan masing-masing, tidak banyak
karyawan yang memiliki komitmen dalam pekerjaan yang sudah dijalaninya, bila
komitmen rendah tentunya karyawan tidak dapat bekerja dengan baik dan tidak
akan memenuhi target atau tanggung jawab dalam pekerjaannya tersebut.
Hasilnya pun tidak sesuai dengan apa yang sudah diharapkan oleh atasan.
Menurut Meyer & Allen (dalam Ayu, 2012: 107) menyatakan bahwa karyawan
yang memiliki komitmen organisasi akan merasa identik dengan organisasinya.
Hal ini dapat mendukung hasil penelitian bahwa jika organisasi membutuhkan
perubahan untuk mencapai kesuksesan dalam persaingan, maka karyawan yang
memiliki komitmen organisasi akan merasakan kebutuhan yang sama bagi dirinya
yaitu perubahan organisasi untuk mencapai tujuan organisasi yang lebih efektif
dan efisien, sehingga kesiapan untuk berubah yang dimiliki karyawan juga akan
muncul seiring dengan rasa kebutuhan tersebut.
Menurut Melina (2012: 173) komitmen organisasi adalah anggota
organisasi yang berkomitmen terhadap organisasinya mungkin saja
mengembangkan pola pandang yang lebih positif terhadap organisasi dan dengan
senang hati tanpa paksaan mengeluarkan energi ekstra demi kepentingan
organisasi. Hal tersebut menunjukkan bahwa komitmen organisasional memiliki
arti yang lebih dari sekedar loyalitas yang pasif, tetapi melibatkan hubungan aktif
dan keinginan karyawan untuk memberikan kontribusi yang berarti pada
organisasinya.
Adanya dukungan organisasi maka akan tercipta komitmen organisasi
pada karyawan yang bekerja pada perusahaan, karena dukungan organisasi
merupakan konsep yang penting dalam menjalankan tanggung jawab dan
manajemen pada suatu perusahaan. Dimana dukungan organisasi memberikan
penjelasan mengenai hubungan antara perlakuan organisasi, sikap dan perilaku
karyawan terhadap pekerjaan di perusahaan tersebut. Karyawan akan menganggap
dukungan organisasi yang tinggi, maka karyawan akan menyatukan keanggotaan
sebagai anggota kedalam identitas diri mereka dan kemudian mengembangkan
hubungan yang lebih positif pada organisasi tersebut.
Dukungan organisasi dapat berarti menghargai kontribusi pada karyawan,
mendengar keluhan, adanya rasa kepedulian, memberikan fasilitas memadai serta
keamanan dalam bekerja. Menurut Kusmarjanti dan Soetjipto ( dalam Gita 2017:
203) mengungkapkan bahwa pentingnya dukungan organisasi dan komitmen
organisasi akan berdampak bagi meningkatnya kinerja karyawan, maupun
pengambilan kebijakan dari organisasi yang memperhatikan kepentingan
karyawan. Karyawan yang merasakan adanya sistem di dalam perusahaan yang
mendukung keberadaan karyawan sebagai anggota organisasi dengan adanya
bentuk kepedulian akan masa depan, kebutuhan karyawan di dalam organisasi,
karier, dan peningkatan sistem sumber daya manusia akan meningkatkan
komitmen karyawan.
Menurut Yuli (2017 : 37) dukungan organisasi adalah tingkatan dimana
para pekerja mempercayai bahwa organisasi menghargai kontribusi pegawai dan
peduli terhadap kesejahteraan mereka sehingga menghasilkan hubungan timbal
balik diantara keduanya. Menurut Mujiasih (2015: 49) mengemukakan bahwa
POS juga mengarahkan karyawan untuk memiliki sikap komitmen terhadap
organisasi, kepuasan kerja, kebanggaan terhadap perusahaan yang pada akhirnya
mengurangi tingkat pergantian keluar masuk (turn over) karyawan pada
perusahaan. Hal sebaliknya dapat berakibat negatif bila tidak ada perceived
organizational support (POS) dalam suatu organisasi yang dirasakan oleh
karyawan, seperti merasa tidak nyaman melaksanakan tugas yang diberikan oleh
organisasi atau atasannya, ketidakpuasan kerja, tidak ada komitmen terhadap
organisasi yang pada akhirnya berakibat pada tingkat keluar masuk karyawan
yang tinggi dalam organisasi tersebut. Perceived organizational support (POS)
positif dari karyawan akan membuat karyawan bekerja lebih dari kata “cukup
baik”, yaitu karyawan bekerja dengan berkomitmen pada tujuan, menggunakan
intelegensi untuk membuat pilihan bagaimana cara terbaik untuk menyelesaikan
suatu tugas, memonitor tingkah laku mereka untuk memastikan apa yang mereka
lakukan benar dan sesuai dengan tujuan yang akan dicapai dan akan mengambil
keputusan untuk mengoreksi jika diperlukan merupakan indikasi karyawan yang
memiliki engangement tinggi.
Perceived organizational support (POS) merupakan konsep yang penting
dalam literature manajemen karena dukungan organisasi memberikan penjelasan
mengenai hubungan antara perilaku organisasi, sikap dan karyawan terhadap
pekerjaan serta organisasi mereka. Perceived organizational support (POS)
memiliki hubungan yang positif dengan komitmen organisasi, dan dalam hal ini
komitmen organisasi diartikan sebagai tanggung jawab yang baik yang dihasilkan
dari Perceived organizational support (POS), sehingga tanggung jawab tersebut
akan memungkinkan untuk terpenuhinya kebutuhan karyawan dan nilai-nilai yang
penting dalam pekerjaannya. Adanya Perceived organizational support (POS)
terhadap yang sudah dilakukan karyawan akan menjadi jaminan baha bantuan
akan tersedia dari organisasi pada saat dibutuhkan untuk menjalankan pekerjaan
secara efektif dan pada saat menghadapi sesuatu keadaan yang menyulitkan.
Dukungan organisasi memiliki keterkaitan dengan komitmen organisasi, dimana
tanggung jawab terahadap organisasi dalam memenuhi kebutuhannya