Nimran (2009:89) menggambarkan ciri-ciri mereka yang berada dalam
ketidakjelasan peransebagai berikut :
- Tidak mengetahui dengan jelas apa tujuan peran yang dimainkannya.
- Tidak jelas kepada siapa ia bertanggung jawab dan siapa yang melapor
kepadanya. - Tidak cukup wewenang untuk melaksanakan tanggung jawabnya.
- Tidak sepenuhnya mengerti apa yang diharapkan darinya.
- Tidak memahami dengan benar peranan pekerjaannya dalam rangka mencapai
tujuan secara keseluruhan.
Menurut Agung Budilaksono (2004:9), seseorang dapat dikatakan berada
dalam ketidakjelasan peran apabila ia menunjukkan ciri-ciri antara lain sebagai
berikut: - Tidak jelas benar apa tujuan peran yang diinginkannya
- Tidak jelas kepada siapa ia bertanggung jawab dan siapa yang melapor
kepadanya - Tidak sepenuhnya mengerti apa yang diharapkan dari padanya
- Tidak memahami benar peranan daripada pekerjaannya dalam rangka
pencapaian tujuan secara keseluruhan.
Sementara itu Keitner and Kinicki yang diterjemahkan oleh Biro Bahasa
Alkemis (2014:17) mengatakan bahwa orang yang mengalami ambiguitas peran
ketika mereka tidak mengetahui apa yang diharapkan dari mereka
