Suatu organisasi, baik itu organisasi profit maupun non profit,
selalu digerakan oleh sekelompok orang yang berperan aktif untuk
mencapai tujuan yang ingin dicapai dari organisasi tersebut. Tujuan
organisasi tentunya tidak akan tercapai jika kinerja anggota atau
pegawainya tidak maksimal. Istilah kinerja berasal dari kata job
performance atau actual performance yang berarti pretasi kerja atau
prestasi yang sesungguhnya yang dicapai oleh seseorang sehingga
kinerja karyawan dapat didefinisikan sebagai hasil kerja secara
kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang karyawan dalam
melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan
kepadanya (Mangkunegara, 2011).
Rivai dan Basri (2008) mendefinisikan kinerja sebagai hasil
seseorang secara keseluruhan selama periode tertentu di dalam
melaksanakan tugas, seperti standar hasil kerja, target atau sasaran
atau kriteria yang telah ditentukan terlebih dahulu dan telah disepakati
bersama.Mangkunegara (2011) mendefinisikan kinerja dengan
mengukur kualitas dan kuantitas pekerjaan yang dihasilkan, yaitu
hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang
karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung
jawab yang diberikan kepadanya.
Hasibuan(2009) mengemukakan bahwa kinerja (prestasi kerja)
adalah suatu hasilkerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan
tugas-tugas yangdibebankan kepadanya yang didasarkan atas
kecakapan, pengalamandan kesungguhan serta waktu.
Berdasarkan beberapa definisi di atas, dapat disimpulkan
bahwa kinerja karyawan adalah perilaku nyata yang ditunjukkan oleh
karyawan sebagai hasil kerja yang dihasilkan oleh karyawan sesuai
dengan perannya di dalam perusahaan. Kinerja karyawan merupakan
prestasi kerja atau hasil kerja (output) baik kualitas maupun kuantitas
berdasarkan standarkerja yang telah dicapai karyawan per satuan
periode waktu dalam melaksanakan tugas kerjanya sesuai dengan
tanggung jawab yang diberikan kepadanya
