Pengertian Ethical Leadership


Menurut (Brown et al dalam penelitian Jessline Gunawan dan Roy
Setiawan, 2022:5) Ethical leadership merupakan suatu prinsip moral dan perbuatan
yang menjadi landasan bertindak sesorang sehingga apa yang dilakukan dipandang
oleh masyarakat sebagai perbuatan terpuji dan meningkatkan martabat dan
kehormatan seseorang. Ethical leadership banyak dikaitkan dengan sikap jujur,
dapat dipercaya, bertanggung jawab, setia, dan dapat menahan diri. Semuanya itu
merupakan kualitas baik yang bisa bahkan harus dimiliki oleh seseorang. Dalam
suatu organisasi, lembaga, institusi atau instansi pemerintahan tentunya selalu diisi
oleh individu-individu yang saling berinteraksi baik secara vertikal maupun
horizontal (antara pelaksana dengan pelaksanaan ataupun antara pimpinan dengan
pelaksana). Dengan tujuannya untuk memajukan organisasi atau lembaga, dimana
seseorang dapat berkarya dalam perjalannya tentu dari individu-individu tersebut
selalu ingin berkreasi dan ingin mencapai hasil yang terbaik. Untuk itulah maka
unsur manusia perlu dibina, dikembangkan dan diatur sedemikian rupa agar dapat
bekerja sama dalam menjalankan tugas serta tanggung jawab yang diberikan.
Menurut (Trevino dalam penelitian Muhammad. Shaukat et al, 2019:4)
kepemimpinan etis atau ethical leadership adalah suatu istilah untuk menekankan
seseorang menggunakan pertimbangan-pertimbangan yang etis serta
menjadikannya landasan bagi pengambilan suatu keputusan atau tindakan. Ketika
membangun suatu usaha, misalnya membuka suatu operasi bisnis di tempat
tertentu, maka yang menjadi pertimbangan bukanlah hanya soal untung yang bisa
didapat dari perluasan bisnis itu. Dampak dari perluasan bisnis itu terhadap banyak
pihak, khususnya bagi masyarakat setempat, harus dipertimbangkan dan dijadikan
salah satu dasar bagi pengambilan keputusan. Sangatlah tidak etis ketika
perusahaan mendapatkan hasil atau keuntungan yang besar, tetapi masyarakat
sekitar menderita kerugian, seperti pencemaran atau kerusakan lingkungan, dan
sebagainya.
Ethical leadership telah didefinisikan dalam berbagai cara ketika diminta
untuk menggambarkan pemimpin etis dalam satu studi, eksekutif mengidentifikasi
beberapa perilaku, nilai-nilai, dan motif (misalnya, jujur, dapat dipercaya, altruistik,
adil). Kunci karakteristik utama adalah upaya pemimpin untuk mempengaruhi
perilaku etis kepada orang lain (Yukl, dalam penelitian Ayong Rizal et al, 2022:4).
Berdasarkan definisi ethical leadership atau kepemimpinan etis dari para
ahli di atas maka dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan etis berkisar pada
tanggung jawab utama dalam berhadapan dengan konflik di antara pegawai dan
mempertunjukkan suatu landasan membimbing untuk mengajari mereka hal yang
benar untuk dilakukan. Para pemimpin etis dengan demikian mewujudkan kedalam
kebajikan yang mengarahkan dia kepada pembuatan keputusan yang etis untuk
kepentingan organsisasi yang lebih luas. Kepemimpinan etis merupakan cara
kepemimpinann yang mempertimbangkan nilai etis sebagai dasar dalam
pengambilan keputusan atau tindakan