Berdasarkan indikator-indikator yang digunakan dalam penelitian ini
mengadaptasi dari teori pendapat para ahli seperti yang diutarakan oleh Budi
W.Soetjipto (2009:87) diantaranya :
1) Dimensi fisik
Dimensi fisik diukur dengan menggunakan tujuh indikator yaitu :
a. Pencahayaan
Pencahayaan yang cukup tetapi tidak menyilaukan akan membantu
menciptakan kinerja pegawainya.
b. Sirkulasi udara.
Sirkulasi udara yang baik akan menyehatkan badan. Sirkulasi udara yang
cukup dalam ruangan kerja sangat diperlukan apabila ruangan tersebut penuh
dengan karyawan.
c. Kebisingan.
Kebisingan mengganggu konsentrasi, siapapun tidak senang mendengarkan
suara bising, karena kebisingan merupakan gangguan terhadap seseorang.
d. Warna.
Warna dapat berpengaruh terhadap jiwa manusia, sebenarnya bukan warna
saja yang diperhatikan tetapi komposisi warna pun harus pula diperhatikan.
Apabila warna dari suatu ruangan mempunyai komposisi yang menarik atau
mempunyai karakter, perubahan yang positif pun akan timbul baik perubahan
mood atau secara sikap.
e. Kelembaban udara.
Kelembaban adalah banyaknya air yang terkandung dalam udara, biasanya
dinyatakan dalam persentase. Kelembaban ini berhubungan atau dipengaruhi
oleh temperatur udara.
f. Fasilitas.
Fasilitas merupakan suatu penunjang untuk karyawan dalam menjalankan
aktivitas dalam bekerja.
2) Dimensi non fisik
Dimensi non fisik diukur dengan mnggunakan tiga indikator :
a. Hubungan yang harmonis.
Hubungan yang harmonis merupakan bentuk hubungan dari suatu pribadi ke
pribadi yang lain dalam suatu organisasi. Apabila tercipta hubungan yang
harmonis dapat menguntungkan pihak perusahaan karena karyawan dapat
mengembangkan diri tanpa perlu terbatasi dengan yang lainnya.
b. Kesempatan untuk maju.
Kesempatan untuk maju merupakan suau peluang yang dimiliki oleh suatu
peluang yang dimiliki oleh seorang karyawan yang berprestasi dalam
menjalankan pekerjaannya agar mendapatkan hasil yang lebih.
c. Keamanan dalam pekerjaan.
Adalah keamanan yang dapat dimasukan kedalam lingkungan kerja. Dalam
hal ini terutama keamanan milik pribadi bagi karyawan. Baik keamanan
meliputi internal maupun eksternal harus selalu terkordinasi secara baik oleh
pihak keamanan perusahaan
