Nilai Individual


Nilai adalah keyakinan dasar bahwa suatu modus perilaku atau keadaan
akhir eksistensi yang khas lebih disukai secara pribadi atau social dibandingkan
modus perilaku atau keadaan akhir eksistensi kebalikan atau lawannya. Menurut
Robbins (21) nilai penting untuk dipelajari karena nilai sebagai dasar untuk
memahami sikap dan perilaku. Survey nilai Rokeach menyatakan bahwa ada dua
perangkat nilai yaitu nilai terminal merujuk pada keadaan akhir yang diinginkan,
dan nilai instrumental merujuk pada modus perilaku yang lebih disukai atau cara
mencapai nilai terminal.
Nilai (value) mengandung elemen penilaian karena mengandung ide-ide
seorang individu mengenai apa yang benar, baik, atau diinginkan. Ia memiliki
atribut isi maupun intensitas. Atribut isi mengatakan sebuah mode tindakan atau
akhir keberadaan penting. Atribut intensitas menspesifikkan seberapa pentingnya.
Ketika kita memperingkat nilai dari sisi intensitas, kita memperoleh sistem nilai
(value system) orang tersebut. Kita semua memiliki sebuah hierarki nilai menurut
kepentingan relatif yang kita berikan pada nilai- nilai seperti kebebasan,
kesenangan, hormat diri, kejujuran, kepatuhan, dan kesamaan.
Nilai cenderung relatif stabil dan bertahan. Banyak dari nilai yang kita
pegang dibentuk saat kita masih kecil-oleh orang tua, guru, teman, dan yang
lainnya. Sebagai anak, kita diberitahu mana perilaku atau tujuan yang selalu
diinginkan atau selalu tidak diinginkan, dengan sedikit area abu-abu. Misalnya,
Anda tidak pernah diajarkan untuk hanya menjadi sedikit jujur atau sedikit
bertanggung jawab. Jadi, karakteristik karakteristik hitam atau putih dari nilai
adalah bersifat absolut, sehingga menjamin stabilitas dan kelangsungannya. Nilai-
nilai dapat berubah jika kita meragukannya, tetapi umumnya, nilai- nilai itu
tertanam semakin kuat. Ada juga bukti hubungan antara kepribadian dan nilai,
menyiratkan nilai kita bisa saja sebagian ditentukan oleh sifat-sifat yang
ditransmisikan secara genetik.
Nilai menyatakan keyakinan-keyakinan dasar bahwa “suatu modus perilaku
atau keadaan-akhir dari eksistensi yang khas lebih dapat disukai secara pribadi atau
sosial dari- pada suatu modus perilaku atau keadaan-akhir eksistensi yang
berlawanan atau kebalikan- nya. Nilai mengandung suatu unsur pertimbangan
dalam arti nilai mengemban gagasan- gagasan seorang individu mengenai apa yang
benar, baik, atau diinginkan. Nilai mempunyai baik atribut isi maupun intensitas.
Atribut isi mengatakan bahwa suatu modus perilaku atau keadaan-akhir eksistensi
adalah penting.
Atribut intensitas mengkhususkan berapa penting- kah itu. Bila kita
peringkatkan nilai-nilai seorang individu menurut intensitasnya, kita per- oleh
sistem nilai dari orang itu. Semua dari kita mempunyai hirarki [anak tangga] nilai
yang membentuk sistem nilai kita. Sistem ini diidentifikasikan oleh kepentingan
relatif yang kita berikan kepada nilai-nilai semacam itu seperti kebebasan,
kesenangan, hormat-diri, kejujur- an, kepatuhan, dan kesamaan (equality)