Turnover intention


Keinginan (intention) adalah niat yang timbul pada individu untuk
melakukan sesuatu. Sementara turnover adalah berhentinya seseorang karyawan
dari tempatnya bekerja secara sukarela atau pindah dari satu tempat kerja ke tempat
kerja yang lain. Turnover intention atau pergantian adalah keinginan seorang
karyawan untuk berpindah, berhenti atau keluar dari tempat bekerja yang dilakukan
secara sukarela atau atas kemauan sendiri maupun keputusan dari organisasi.
Umumnya turnover intention dilakukan karena karyawan ingin mendapatkan
pekerjaan yang lebih baik. Turnover intention karyawan tidak bisa dihindari,
sekalipun sebuah organisasi berkomitmen penuh untuk membuat lingkungan kerja
yang bagus, masih ada karyawan yang tetap mengundurkan diri.
Turnover intention sangat merugikan perusahaan karena banyak biaya yang
telah dikeluarkan untuk perekrutan karyawan yang dilakukan. Masalah lain yang
ditimbulkan oleh turnover intention adalah turunnya produktifitas disebabkan
kehilangan karyawan sampai dengan adanya pengganti karyawan yang baru.
Dengan demikian, Turnover intention (niat untuk keluar) adalah
kecenderungan atau niat karyawan untuk berhenti bekerja dari pekerjaannya (12).
Pergantian karyawan (turnover) secara sederhana dapat diartikan sebagai aliran
para karyawan yang masuk dan keluar organisasi/ perusahaan. Turnover intention,
keinginan pekerja untuk berhenti dari Perusahaan karena pindah ke lain Perusahaan
menciptakan tantangan bagi pengembangan SDM. Karena tidak dapat diprediksi,
aktivitas pengembangan harus mempersiapkan pencegahannya.
Meskipun hasil riset menunjukan bahwa banyak eksekutif perusahaan besar
menghabiskan hidupnya hanya pada satu Perusahaan saja, tetapi angka mobilitas
lebih tinggi pada manajer-manajer lain yang mungkin relatif lebih muda, Turnover
intention adalah kadar atau intensitas dari keinginan untuk keluar dari perusahaan,
banyak alasan yang menyebabkan timbulnya turnover intentions ini dan
diantaranya adalah keinginan untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.
10
Turnover intention, menurut Mobley (14), mengacu pada niat seseorang
untuk meninggalkan organisasi tempat mereka bekerja. Ini adalah konsep yang
penting dalam studi perilaku organisasi dan manajemen sumber daya manusia
karena dapat mempengaruhi tingkat turnover atau pergantian karyawan di sebuah
organisasi.
Berdasarkan pandangan-pandangan yang telah dikemukakan, dapat
dipahami bahwa turnover intention adalah kadar atau intensitas dari keinginan
untuk keluar dari perusahaan yang merupakan salah satu bentuk perilaku menarik
diri (withdrawal) dalam dunia kerja sekaligus pada dasarnya adalah hak dari setiap
karyawan.
Turnover intention pada dasarnya adalah sama dengan keinginan berpindah
dari satu tempat kerja ke tempat kerja lainnya (18). Banyak alasan yang
menyebabkan timbulnya turnover intention, diantaranya adalah untuk mendapatkan
pekerjaan yang lebih baik. Turnover merupakan tantangan khusus bagi
pengembangan sumber daya manusia, karena kejadian – kejadian tersebut tidak
dapat diperkirakan. Kegiatan pengembangan dalam organisasi harus
mempersiapkan setiap saat pengganti karyawan yang keluar