Schaufeli dan Salanova (2008) dalam penelitiannya menyatakan bahwa
seorang karyawan yang memiliki keterikatan dengan pekerjaan dan perusahaan
akan lebih merasa puas dengan pekerjaannya, memiliki komitmen yang tinggi
dengan perusahaan, dan tidak berniat untuk meninggalkan perusahaan. Dengan
demikian, karyawan yang memiliki keterlibatan kerja yang tinggi ini akan
cenderung tidak ingin pergi meninggalkan perusahaan karena ia sudah memiliki
keterikatan yang kuat dengan pekerjannya dan akan merasa menyayangkan
pekerjaan tersebut jika mereka pergi meninggalkan perusahaan. Dalam penelitian
terdahulu yang dilakukan oleh Wan et al. (2018) terkait dengan keterlibatan kerja
dan turnover intention pada perawat ahli di Beijing di temukan bahwa keterlibatan
kerja berpengaruh negatif secara signifikan terhadap turnover intention.
Kemudian, Memon et al. (2020) dalam penelitiannya juga menemukan
bahwa adanya pengaruh negatif dari keterlibatan kerja terhadap turnover intention.
Disebutkan juga bahwa seorang karyawan yang memiliki keterlibatan yang tinggi
pada pekerjaannya akan sedikit atau bahkan tidak memiliki keinginan untuk
berpindah dari perusahaan (Memon et al., 2020
