OCAI merupakan singkatan dari Organizational Culture Assessment
Instrument. OCAI merupakan instrumen dalam mengambarkan profil
budaya organisasi (PBO). Instrumen ini merupakan suatu kerangka yang
dikembangkan awalnya dari riset yang dilakukan atas indikator utama dari
organisasi yang efektif. Menurut Cameron dan Quinn (1999) yang di
kutip oleh Chatab (2007), ada dua dimensi utama yang indikator-
indikatornya diorganisasikan kedalam empat kelompok utama, atau empat
kuadaran budaya atau disebut juga sebagai empat jenis budaya.
a. Dimensi Pertama
Dimensi ini membedakan kriteria keefektifan yang menekankan
pada fleksibelitas, keleluasaan dan dinamis, dengan kriteria keefektifan
yang menekankan stabilitas, tatanan dan kontrol. Organisasi dipandang
efektif jika organisasi tersebut stabil, dapat diramalkan dan mekanistik.
Jangkauanya dari ketrampilan atau kepandaian dalam banyak hal
aneka ragam beserta kelenturannya, pada satu sisi dengan kestabilan
dan daya tahan pada organisasi pada sisi lainnya. Sumbu dimensi ini
berupa flexibility and discretion (kadang disebut people) dan stability
and control ( kadang disebut process).
b. Dimensi Kedua
Dimensi ini membedakan kriteria keefektifan yang menekankan
pada orientasi internal, integrasi dan kesatuan dengan kriteria
keefektifan yang menekankan pada orientasi eksternal, diferensiasi
dan persaingan. Organisasi dipandang efektif jika mereka fokus
berinteraksi dan berkompetisi dengan pihak luar dari batasan
organisasinya. Sumbu dimensi ini berupa External Focus And
Differentiation (kadang disebut strategic) dan Internal And Integration
(kadang disebut operational).
Dua dimensi ini membentuk empat kuadaran dengan masing-
masing menggambarkan suatu perangkat yang berbeda-beda dari
indikator keefektifan organisasi. dua dimensi yang membentuk empat
kuadaran budaya disebut juga sebagai jenis budaya dan sekaligus
mendefinisiskan nilai inti yang dirasakan atau dikehendaki dan
diyakini mempengaruhi keefektifan organisasi dan kinerja sesuai
dengan tantangan pembentukan lingkungan. Empat kuadaran yang
dibentuk oleh dua dimensi tersebut adalah budaya hierarchy dan
market serta budaya clan dan adhocracy.
- The Clan Culture
Disebut clan karena jenis organisasinya mirip dengan
keluarga besar. Nilai dan tujuan yang dibagi, kesatupaduan,
kepribadian, partisipatif, dan rasa kebersamaan yang diserap,
merupakan jenis organisasi dengan budaya clan. Karekteristik dari
jenis budaya adalah kerja tim, program keterlibatan pegawai, dan
komitmen organisasi kepada para pegawai. - The Adhocrachy Culture
Tujuan utama adhorachy adalah memupuk atau membantu
perkembangan kemampuan beradaptasi, fleksibelitas dan
kreatifitas. Tantangan penting dalam organisasi ini adalah untuk
memproduksi produk dan jasa inivatif dan beradaptasi dengan
cepat untuk peluang baru. Kepemimpinan yang efektif adalah
visioner, inovatif dan orientasi resiko kesiapan untuk pembentukan
dan pemenuhan tantangan baru seperti pengetahuan baru, produk
baru dan jasa baru adalah penting. - The Market Culture
Fokus utama pasar adalah melakukan transaksi (pertukaran,
penjualan, kontrak) dengan konstituante lainnya untuk
menciptakan keunggulan kompetitif. Nilai inti yang mendominasi
jenis organisasi “market” adalah kompetisi dan produktivitas.
Kompetisi dan produktifitas di dalam organisasi “market” dicapai
melalui suatu penekanan kuat pada posisi eksternal dan
pengendalian. - The Hierarchy Culture
Garis wewenang (authorithy) pengambilan keputusan yang
jelas, peraturan dan prosedur standar, pengendalian, dan
mekanisme akuntanbilitas di nilai dan dihargai sebagai kunci
sukses. Budaya ini dicirikan oleh suatu formalisasi dan
keberadaanya terstruktur untuk bekerja. Prosedur mengendalikan
apa yang dilakukan para personil. Pimpinan yang efektif adalah
koordinator dan penyelengara yang baik. Menjaga atau memelihara
organisasi berjalan mulus adalah penting.
Secara keseluruahan dari empat kuadran budaya tersebut,
tentu nya ada kuadaran budaya tertentu yang mungkin cenderung
paling ditekankan di dalam organisasi sesuai dengan yang
dirasakan oleh para anggota organisasi pada saat itu ataupun sesuai
dengan tuntutan kebutuhan bisnisnya pada masa yang akan datang.
Enam dimensi kunci budaya organisasi, yaitu sebagai berikut : - Karateristik Dominan
- Kepemimpinan Organisasi
- Pengelolaan Karyawan
- Perekat Organisasi
- Penekanan Strategis
- Kriteria Sukses
