Menurut Spreitzer (dalam Kong, Sun, & Yan, 2016) Psychological
Empowerment merupakan istilah yang dapat didefinisikan sebagai suatu keadaan
psikologis seseorang, orang memanifestasikan sebuah konstruk motivasi dari
empat macam kognisi yang terdiri atas meaning, competence, self-determination
dan impact. Dapat diketahui bahwa ke empat macam kognisi diatas dapat
membantu seseorang dalam memegang kendali penuh pada pekerjaan mereka. Hal
ini diperkuat dengan pernyataan Wardani dan Amaliah (2020) komponen dalam
Psychological Empowerment secara aktif membuat individu merasa mampu
dalam membentuk karyanya dalam perannya didalam pekerjaan mereka, sehingga
membuat individu tersebut merasa bahwa mereka dapat memegang kendali.
Kang dan Bartlett (2013) menyatakan bahwa konsep dari Psychological
Empowerment memandang kekuasaan dan kendali sebagai keadaan motivasi yang
memiliki kaitan erat dengan kebutuhan intrinsik untuk penentuan nasib individu.
Matsuo (2019) mengatakan bahwa Psychological Empowerment merupakan
keadaan psikologis seseorang yang ideal, sehingga individu yang bersangkutan
dapat memaksimalkan kesejahteraan, pembelajaran, dan kinerja mereka
