Self-efficacy muncul secara bertahap melalui pengalaman kemampuan
kognitif, sosial, bahasa, dan keterampilan fisik yang kompleks. Efikasi diri
yang dimiliki seseorang berbeda-beda dan dapat dilihat berdasarkan
beberapa aspek. Bandura menyatakan terdapat tiga aspek dimensi dalam
efikasi diri antara lain (10):
- Magnitude
Magnitude menggambarkan tingkat kesulitan tugas yang diyakini
dapat diselesaikan oleh perawat. Perawat dengan magnitude tinggi
akan lebih percaya diri menghadapi tugas-tugas kompleks seperti
menangani pasien gawat darurat atau melakukan tindakan medis
dengan tingkat risiko tinggi. Hal ini berdampak positif terhadap
kinerja, karena perawat mampu menyelesaikan tanggung jawabnya
secara efektif meskipun dalam kondisi menekan. Indikator yang
menunjang akan terciptanya dimensi ini yaitu:
a. Mampu menyelesaikan tugas yang diberikan.
b. Dapat menyelesaikan tugas dengan tingkat kesulitan yang tinggi.
c. Pantang menyerah dengan kesulitan yang dihadapi.
d. Menghindari tugas di luar batas kemampuan.
e. Selalu menghadapi kesulitan dan berusaha menanganinya. - Strength
Dimensi ini berhubungan dengan derajat kemantapan individu
terhadap keyakinannya (32). Strength mencerminkan seberapa kuat
keyakinan perawat terhadap kemampuannya sendiri. Jika self-efficacy
strength tinggi, perawat tidak mudah menyerah ketika menghadapi
hambatan seperti beban kerja berlebih atau pasien dengan kondisi
sulit. Kekuatan keyakinan ini membantu mereka tetap fokus,
konsisten, dan menunjukkan performa kerja yang stabil. Dimensi ini
berkaitan dengan dimensi magnitude, dimana makin tinggi taraf
kesulitan tugas yang dihadapi maka akan makin lemah keyakinan
yang dirasakan untuk menyelesaikannya.
Pada dimensi ini, semangat kerja dan ketegasan menjadi aspek utama
yang membangun dimensi ini, adapun indikator antara lain:
a. Selalu ingin mendalami pengetahuan.
b. Tekun dalam menyelesaikan tugas yang diberikan dengan tuntas.
c. Mempunyai harapan yang tinggi pada setiap tugas yang
dikerjakan. - Generality
Generality berkaitan dengan sejauh mana keyakinan diri perawat
dapat diterapkan di berbagai situasi dan konteks pekerjaan. Perawat
dengan generality tinggi mampu beradaptasi di berbagai ruang
perawatan atau jenis pasien yang berbeda, karena mereka percaya
bahwa kemampuan yang dimiliki dapat digunakan di berbagai
kondisi. Hal ini meningkatkan fleksibilitas dan kualitas pelayanan,
yang pada akhirnya memperkuat kinerja secara keseluruhan.
Pada dimensi ini, fokus pada kesungguhan bekerja menjadi aspek
yang membangun dimensi ini, indikator pada dimensi ini antara lain:
a. Memiliki keyakinan bahwa usaha yang dilakukan dapat mencapai
tujuan dan tuntutan yang harus dicapai.
b. Mampu memecahkan masalah.
c. Memiliki keyakinan diri atas kemampuan yang dimiliki dalam
menghadapi berbagai macam tugas
