Menurut (As’ad, 2014) mengatakan bahwa motivasi kerja adalah
sesuatu yang menimbulkan semangat atau dorongan kerja. Dengan
demikian, motivasi yang ada pada seseorag merupakan kekuatan pendorong
yang akan mewujudkan suatu perilaku guna mencapai tujuan kepuasan
dirinya.
Menurut (Mathis & Jackson, 2016), motivasi adalah keinginan
dalam diri seseorang yang menyebabkan orang tersebut bertindak. Biasanya
orang bertindak karena suatu alasan untuk mencapai tujuan. Memahami
motivasi sangatlah penting karena kinerja, reaksi terhadap kompensasi dan
persoalan sumber daya manusia yang lain dipengaruhi dan mempengaruhi
motivasi. Pendekatan untuk memahami motivasi berbeda – beda, karena
teori yang berbeda mengembangkan pandangan dan model mereka sendiri.
Menurut teori motivasi ERG Theory yang dikembangkan Clayton
Alderfer kemudian meringkas teori Maslow ini menjadi 3 hierarki
kebutuhan, yaitu kebutuhan bertahan hidup (Existence), kebutuhan diakui
lingkungan (Relatedness), dan kebutuhan pengembangan diri (Growth),
yang dikenal juga menjadi teori ERG. (As’ad, 2014)
Alderfer menggabungkan kebutuhan fisiologis dan rasa aman
kedalam kebutuhan bertahan hidup versinya, dia memasukan kebutuhan
akan cinta/pertemanan dan penghargaan diri secara internal ke dalam
kebutuhan sosial versinya. Terakhir dia memasukan kebuthan penghargaan
diri secara eksternal dan aktualisasi diri ke dalam kolom kebutuhan
pengembangan diri versi ERG
- Existence berhubungan dengan kebutuhan untuk mempertahankan
keberadaan seseorang dalam hidupnya. Menurut teori yang dikemukakan
Maslow, hal ini berkaitan dengan kebutuhan fisiologis dan kebutuhan
keamanan. - Relatednees berhubungan dengan kebutuhan untuk berinteraksi dengan
orang lain. Kebutuhan ini sebanding dengan kebutuhan sosial dan
kebutuhan penghargaan, dalam teori Maslow. - Growth berhubungan dengan kebutuhan pengembangan diri, yang
identik dengan kebutuhan self-actualization. Dalam teori Maslow, hal ini
berkaitan dengan kebutuhan aktualisasi diri, berupa kebutuhan naik
jabatan/promosi, kebutuhan pelatihan, kebutuhan peningkatan
kompetensi (seminar).
Menurut teori ini, bila seseorang mengalami hambatan dalam
memenuhi kebutuhan tingkat yang lebih tinggi, orang tersebut akan kembali
pada kebutuhan yang lebih rendah sebagai kompensasinya,yang
disebut frustration-regression dimension
