Beauty influencer sebagai digital influence memiliki tiga dimensi utama
(Solis & Webber, 2012):
a. Jangkauan (Reach)
Jangkauan merupakan gambaran popularitas dari sosok beauty influencer
tersebut, seperti jumlah pengikut, atau siapa saja yang terlibat untuk like
(menyukai), share (membagi), retweet, komen, klik link URL, mengisi
formulir atau membeli yang diunggah oleh influencer.
b. Relevansi (Relevance)
Relevansi dapat diartikan dengan tingkat kesamaan dari minat influencer
dengan konsumennya.
c. Resonansi (Resonance)
Resonansi merupakan tindakan dari pengikut influencer yang meneruskan
atau mendistribusikan unggahan dari influencer tersebut, alhasil semakin
banyak pengguna media sosial yang melihat dan membaca
