Menurut Kotler & Armstrong (2021) harga merupakan elemen krusial
dalam proses pengambilan keputusan konsumen, karena merupakan satu-satunya
komponen dalam bauran pemasaran yang secara langsung menghasilkan
pendapatan. Harga yang ditetapkan harus mencerminkan persepsi konsumen
terhadap nilai dan kualitas suatu produk, karena hal ini dapat menjadi pendorong
utama dalam keputusan pembelian. Penelitian yang dilakukan oleh Alamsyah &
Tanjung (2023) menemukan bahwa harga memiliki pengaruh positif dan signifikan
terhadap keputusan pembelian. Konsumen cenderung memilih produk yang
menawarkan keseimbangan antara harga dan manfaat yang diperoleh, sehingga
strategi penetapan harga yang tepat menjadi kunci dalam menarik minat beli.
Semakin sesuai harga dengan ekspektasi konsumen, semakin besar kemungkinan
terjadinya pembelian. Hasil ini diperkuat oleh temuan Hidayat (2021) yang
menyatakan bahwa harga memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan
pembelian. Konsumen akan lebih terdorong untuk membeli apabila mereka merasa
harga yang ditawarkan sepadan dengan manfaat yang diterima. Penetapan harga
yang kompetitif tidak hanya membentuk persepsi positif terhadap produk, tetapi
juga meningkatkan keyakinan konsumen dalam melakukan transaksi. Stabilitas dan
daya tarik harga menjadi faktor penting yang dapat memperkuat motivasi konsumen
untuk terus melakukan pembelian.
