Indikator Harga


Menurut Kotler & Armstrong dalam Septyadi et al. (2022), terdapat empat
indikator utama yang menjadi dasar dalam menetapkan harga suatu produk
atau jasa. Keempat indikator ini tidak hanya mencerminkan nilai ekonomis,
tetapi juga strategi pemasaran yang tepat sasaran. Pertama
adalah affordability atau keterjangkauan, yang menggambarkan sejauh mana
harga sesuai dengan daya beli konsumen sasaran. Kedua, kesesuaian harga
dengan kualitas produk (price–quality congruence), yaitu penilaian
konsumen terhadap nilai yang diperoleh dibandingkan dengan harga yang
dibayarkan. Ketiga, harga dibandingkan dengan pesaing (competitive
pricing), yakni sejauh mana harga suatu produk kompetitif di pasar yang sama.
Terakhir adalah konsistensi harga (price consistency), yang berarti harga
harus stabil dan tidak mudah berubah tanpa alasan yang jelas, agar
menciptakan kepercayaan dan persepsi yang positif dari pelanggan.
Kombinasi dari keempat indikator ini memungkinkan perusahaan untuk
menetapkan harga yang tidak hanya menguntungkan, tetapi juga sesuai dengan
persepsi dan kebutuhan konsumen.

  1. Keterjangkauan harga
    Anggaran dari target demografis harus menginformasikan strategi
    penetapan harga.
  2. Kesesuaian harga dengan kualitas
    Harga yang wajar harus ditentukan dengan mempertimbangkan kualitas
    produk.
  3. Daya saing harga
    Jika dibandingkan dengan bisnis lain di pasar, harga harus masuk akal.
  4. Kesesuaian harga dengan manfaat
    Nasabah akan senang jika nilai yang mereka dapatkan sebanding dengan
    investasi mereka