Gani et al., (2022) mengemukakan tiga indikator dalam mengukur
turnover intention, diantaranya:
- Berpikir untuk keluar (Thoughts of quitting)
Mencerminkan apakah karyawan mempertimbangkan untuk meninggalkan
perusahaan atau tetap berada di dalam lingkungan kerja. Proses ini
biasanya dimulai dengan ketidakpuasan kerja yang dirasakan oleh
karyawan, yang kemudian membuat mereka berpikir untuk meninggalkan
perusahaan. Hal ini berdampak pada tinggi rendahnya intensitas
ketidakhadiran di tempat kerja. - Keinginan untuk mencari pekerjaan yang lain (Intention to search for
another job)
Keinginan dalam mencari kerjaan yang lain mengacu pada niat atau
motivasi seorang karyawan untuk mulai mencari kesemapatan kerja baru di
luar organisasi lokasi kerja karyawan saat ini. Karyawan aktif mencari
alternatif posisi yang dianggap lebih baik atau sesuai dengan harapan
mereka. - Keinginan untuk meninggalkan (Intention to quit)
Keputusan yang lebih final dan mendesak dibandingkan dengan keinginan
guna mencari kerjaan yang lain, karena karyawan telah mencapai titik di
mana mereka berencana untuk mengakhiri hubungan kerja dengan
organisasi tersebut
