Tingkat turnover yang tinggi adalah salah satu masalah yang
berpengaruh dengan karyawan. Ini dapat menjadi masalah serius bagi
perusahaan atau organisasi, terutama jika yang keluar adalah karyawan atau
tenaga kerja yang sangat berbakat, terampil, berpengalaman, atau penting bagi
perusahaan. Keadaan tersebut pasti dapat mengganggu operasi bisnis.
Menurut (Asiti, 2020) Turnover Intention adalah tindakan yang
dilakukan oleh karyawan untuk melakukan pengunduran diri dari perusahaan
baik secara sukarela yang disebabkan oleh faktor-faktor tertentu.
Sedangkan menurut (Deswarta et al., 2021) secara definisi Turnover
Intention merupakan sebuah hasrat yang timbul dari dalam seorang karyawan
untuk meninggalkan perusahaan yang dipacu oleh faktor lingkungan
perusahaan, kompensasi dan sebagainya.
Menurut (Pricelda, A., & Pramono, 2021) mengungkapkan bahwa
Turnover Intention bisa dikatakan sebagai kemungkinan seorang karyawan
untuk meninggalkan pekerjaannya saat ini dan berpindah ke pekerjaan di
tempat lain. Dari sudut pandang perusahaan pergantian karyawan yang tinggi
dapat mempengaruhi ketidakstabilan organisasi berkaitan dengan perekrutan
kembali karyawan untuk menggantikan posisi karyawan sebelumnya.
Berdasarkan teori-teori tersebut, dapat disimpulkan bahwa Turnover
Intention merupakan niat atau keinginan seorang karyawan untuk
meninggalkan perusahaan, yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti
lingkungan kerja, kompensasi, dan faktor lainnya. Turnover Intention juga
dapat dipandang sebagai probabilitas seorang karyawan untuk pindah ke
pekerjaan lain, yang berdampak pada ketidakstabilan organisasi karena
perusahaan harus melakukan rekrutmen ulang untuk menggantikan posisi
karyawan yang keluar.
