Komitmen organisasi


Komitmen organisasi sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi
kinerja pegawai. Pegawai yang berkomitmen tinggi diharapkan akan memberikan
kinerja yang optimal. Seseorang yang bergabung dalam lembaga dituntut
memiliki komitmen dalam dirinya. Pegawai yang berkomitmen pada lembaga,
diharapkan kinerja dari pegawai akan meningkat. Bentuk komitmen kerja tidak
hanya bersifat pasif seperti loyalitas, melainkan juga bersifat aktif seperti
melibatkan hubungan dengan organisasi kerja yang memiliki tujuan memberikan
segala usaha demi keberhasilan lembaga. Menurut Luthans (2006), sikap
terefleksi dalam bentuk loyalitas pegawai pada organisasi dan berkelanjutan
dimana pegawai mengekspresikan perhatiannya untuk keberhasilan serta
kemajuan yang berkelanjutan terhadap organisasi adalah pengertian komitmen
organisasi. Disimpulkan yaitu sebagai keletakan emosioal idenvikasi dan
keterlibatan individu dengan organisasi serta keinginan untuk tetap menjadi
anggota organisasi. Sistem tanggapan yang disediakan oleh organisasi terkadang
kurang mendapat perhatian dari karyawan untuk lebih menumbuhkan sikap loyal
terhadap karyawan.Komitmen organisasi menurut pendapat dari Meyer dan Allen
dalam Luthans (2006) terbagi dalam tiga indikator yaitu:

  1. Komitmen afektif (affective commitment), pendekatan emosional dari
    individu dalam keterlibatannya pada organisasi berkaitan dengan
    emosional, identifikasi, dan keterlibatan pegawai di dalam suatu
    organisasi.
  2. Komitmen berkelanjutan (continuance commitment), hasrat yang
    dimiliki individu untuk tetap berada dalam organisasi. Komitmen
    tersebut berdasar pada persepsi pegawai tentang kerugian yang akan
    dihadapinya jika pegawai meninggalkan organisasi. Pegawai dengan
    komitmen berkelanjutan yang kuat akan melanjutkan keanggotaannya
    dengan organisasi karena mereka membutuhkannya.
  3. Komitmen normatif (normative commitment), suatu perasaan wajib
    dari individu untuk bertahan dalam organisasi berkaitan dengan
    kesetiaan yang harus diberikan karena pengaruh orang lain, dan
    kesadaran bahwa komitmen terhadap organisasi merupakan suatu
    keharusan. Pegawai yang berkomitmen normatif kuat akan tetap
    bergabung dalam organisasi karena merasa sudah cukup puas dengan
    hidupnya