Kinerja Pegawai


Kinerja merupakan pencapaian kerja seorang dalam melaksanakan tugas
yang sudah diberikan kepadanya dengan tanggung jawab secara kualitas maupun
kuantitas (Mangkunegara, 2000).Penilaian kerja dilakukan untuk menilai
pelaksanaan tugas pegawai dan selanjutnya digunakan untuk evaluasi demi
mencapai keberhasilan kerja.Penilaian dilakukan dengan membandingkan hasil
kerja yang dicapai pegawai dengan standar pekerjaan lembaga.Jika hasil kerja
seorang pegawai melebihi standar maka dapat dikatakan kinerja pegawai
berkategori baik, demikian sebaliknya.Selain itu, penilaian kerja juga dapat
ditinjau dari jumlah pekerjaan yang diselesaikan pegawai dalam batas waktu
tertentu.Jika seorang pegawai mampu menyelesaikan tugas dalam jumlah
melebihi standar maka dapat dikatakan kinerja pegawai berkategori baik,
demikian sebaliknya.Mangkunegara (2000:67) dalam bukunya Manajemen
Sumber Daya Manusia sebuah intansi/organisasi , mengemukakan pengertian
kinerja sebagai berikut : Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas
yang dicapai oleh seorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan
tanggung jawab yang diberikanya. Sedangkan Rivai (2006:309) mengatakan
bahwa kinerja merupakan perilaku nyata yang ditampilkan setiap orang sebagai
prestasi kerja yang dihasilkan oleh karyawan sesuai dengan perannya dalam
intansi/organisasi.Adapun pengertian kinerja menurut Stephen Robbins yang
diterjemahkan oleh Harbani Pasolong, Kinerja adalah hasil evaluasi terhadap
pekerjaan yang dilakukan oleh pegawai dibandingkan kriteria yang telah
ditetapkan sebelumnya (Pasolong, 2007:176). Dapat disimpulkan bahwa kinerja
merupakan perwujudan kerja yang telah dilakukan oleh karyawan yang biasanya
dipakai sebagai dasar peneliaan terhadap karyawan atau organisasi. Kinerja yang
baik merupakan langkah untuk tercpainya tujuan organisasi,sehingga perlu
diupayakan usaha untuk meningkatkan kinerja.
Menurut Artana (2012) suatu pekerjaan dapat diukur melalui berbagai
indikator, yaitu:

  1. Pengetahuan yaitu pengetahuan pegawai yang berkaitan dengan semua
    tingkat pekerjaan dan hal lain yang berkaitan dengan pekerjaan tersebut.
  2. Kualitas kerja yaitu hasil kerja pegawai yang ditinjau dari segi ketelitian
    dan kerapian.
  3. Kuantitas kerja yaitu hasil kerja pegawai yang ditinjuau dari jumlah hasil
    tugas yang mampu diselesaikan.
  4. Kesetiaan yaitu keteguhan pegawai terhadap pekerjaan dan jabatan di
    perusahaan, tercermin pada kesediaan pegawai menjaga dan membela
    perusahaan.
  5. Kemampuan bekerjasama yaitu kemampuan pegawai bekerjasama untuk
    menyelesaikan suatu tugas sehingga dapat mencapai hasil yang sebesar-
    besarnya.
  6. Kemampuan beradaptasi yaitu kemampuan pegawai untuk menyesuaikan
    diri dengan lingkungan dan pekerjaan.
  7. Inisiatif yaitu daya pikir dan kreatifitas pegawai dalam bentuk ide untuk
    suatu tujuan lembaga.
  8. Kemandirian yaitu kemampuaan pegawai dalam menyelesaikan tugas atau
    pekerjaannya sendiri.
  9. Kreatifitas adalah kemampuan untuk mengajukan ide-ide baru yang
    membangun sehingga dapat membantu dalam kelancaran pekerjaan,
    mengurangi biaya, memperbaiki hasil kerja dan menambah produktifitas.
    Indikator-indikator tersebut dapat dijadikan sebagai dasar penilaian
    setiap pekerjaan sehingga penilaian kinerja pegawai dapat diukur lebih mudah dan
    jelas.Penilaian kerja sendiri memiliki tujuan dan mafaat.Bangun (2012)
    menjelaskan bahwa penilaian kerja digunakan untuk mengevaluasi antar individu
    dalam suatu lembaga, pengembangan diri setiap individu, pemeliharaan sistem
    dan dokumentasi yang berguna untuk pengambilan keputusan.Kinerja dipengaruhi
    oleh berbagai macam faktor. Faktor yang mempengaruhi kinerja menurut
    Wirawan (2009) antara lain:
  10. Faktor internal pegawai, yaitu faktor bawaan dan faktor berkembang.
    Faktor bawaan dari lahir yaitu terdapat dalam diri pegawai, misalnya
    bakat, sifat pribadi, serta keadaan fisik dan kejiwaan. Faktor berkembang
    yaitu faktor yang diperoleh ketika pegawai berkembang, misalnya
    pengetahuan, keterampilan, etos kerja, pengalaman kerja, dan motivasi
    kerja.
  11. Faktor lingkungan internal organisasi, yaitu dukungan dari organisasi
    dimana pegawai bekerja. Faktor-faktor lingkungan internal organisasi
    tersebut antara lain visi, misi dan tujuan organisasi, kebijakan organisasi,
    teknologi, strategi organisasi, sistem manajemen, kompensasi,
    kepemimpinan, budaya organisasi, dan teman kerja.
  12. Faktor lingkungan eksternal organisasi, yaitu keadaan, kejadian, atau
    situasi yang terjadi di lingkungan luar organisasi yang mempengaruhi
    kinerja pegawai. Contoh faktor tersebut antara lain kehidupan ekonomi,
    kehidupan politik, kehidupan sosial, budaya dan agama masyarakat, dan
    kompetitor