Hubungan antar Kepuasan Kerja dengan Turnover Intention


Kepuasan kerja merupakan sikap emosional yang menyenangkan dan mencintai pekerjaannya.
Sedangkan turnover intention merupakan keinginan karyawan untuk berpindah
tempat dia bekerja untuk mencari tempat kerja yang lebih baik. Maka dapat ditarik
kesimpulan, bahwa kepuasan kerja seorang karyawan akan berdampak pada
tingkat turnover intention pada perusahaan.
Kepuasan seseorang pada dasarnya berbeda-beda dan sulit diukur satu
sama lain. Meski pada mulanya memang motif seseorang memasuki suatu
perusahaan adalah untuk mencapai dan memenuhi kebutuhan dasar pribadinya,
hal ini sebagai sesuatu yang wajar dan logis. Karyawan pada dasarnya mempunyai
keinginan dan keyakinan bahwa pada saatnya nanti akan mencapai apa yang
dicita-citakannya. Setiap individu berkeinginan agar kebutuhan itu akan
meningkat sejalan dengan peningkatan kemampuan bekerjanya, karirnya atau
jenjang jabatannya di dalam perusahaan (dalam jurnal Angga Ahmad Rasyid).
Kepuasan kerja karyawan merupakan salah satu aspek penting yang perlu
diperhatikan dalam usaha peningkatkan kinerja dan kualitas sumber daya manusia
di suatu perusahaan, jika karyawan merasa terpenuhi, mereka akan cenderung
memiliki motivasi untuk bekerja. Sebaliknya jika karyawan tidak puas akan
mengakibatkan rendahnya motivasi, ketidakhadiran, penurunan kinerja, hingga
terjadinya turnover dan tindakan lainnya yang dapat merugikan perusahaan.
Para ahli memandang tindakan karyawan yang meninggalkan pekerjaanya
merupakan kelanjutan dari intensi karyawan meninggalkan organisasinya.
Sebagian besar teori melihat pindah kerja merupakan hasil dari ketidakpuasan
karyawan terhadap pekerjaannya. Karyawan yang tidak menyukai pekerjaannya
31
akan mencari tempat kerja yang lain. Semakin puas karyawan dengan pekerjaan
yang dilakukan, semakin jarang dia berpikir untuk keluar dari pekerjaannya.
Dengan demikian apabila semakin tinggi kepuasan kerja karyawan maka
semakin rendah tingkat turnover karyawan pada perusahaan, hal ini dibuktikan
pada penelitian yang dilakukan Adhitya Fajar Sukmana (2016) tentang analisis
job insecurity dan kompensasi terhadap turnover intention melalui kepuasan kerja
karyawan PT Wijaya Panca Sentosa Food Sidoarjo, yang menemukan bahwa
kepuasan kerja tidak mempengaruhi turnover intention