Pengertian Turnover Intention


Siregar (2006:214) Turnover Intention adalah kecenderungan atau niat karyawan
untuk berhenti bekerja dari pekerjaanya secara sukarela menurut pilihannya sendiri.
Ronald dan Milkha (2014:5) mengemukakan “Turnover Intention (keinginan berpindah
kerja) merupakan kecenderungan atau intensitas individu untuk meninggalkan organisasi
dengan berbagai alasan dan diantaranya untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik”.
Abdillah (2012) Turnover intention merupakan suatu keadaan dimana karyawan
memiliki niat untuk mencari pekerjaan lain sebagai alternatif di organisasi yang berbeda.
Astiko et al (2012) Turnover dapat berupa pengunduran diri, perpindahan keluar unit
organisasi, pemberhentian atau kematian anggota organisasi. Menurut Zeffane (Taufan,
2014), arti intention niat atau keinginan yaitu timbul pada individu untuk melakukan
sesuatu. Sementara turnover adalah berhentinya seseorang karyawan dari tempatnya
bekerja secara sukarela, dapat didefinisikan bahwa turnover intention adalah
kecenderungan atau niat karyawan untuk berhenti bekerja dari pekerjaannya secara
sukarela menurut pilihannya sendiri.
Selanjutnya dalam penelitian Risambessy (2009), turnover dapat dibedakan
menjadi dua jenis, yaitu:

  1. Voluntary turnover adalah karyawan yang meninggalkan perusahaan karena alasan
    sukarela. Voluntary turnover dapat dibedakan menjadi dua, yaitu avoidable turnover
    (yang dapat dihindari) dan unavoidable turnover (yang tidak dapat dihindari).
    Avoidable turnover disebabkan oleh upah yang lebih baik di tempat lain, kondisi kerja
    yang lebih baik di organisasi lain, masalah dengan kepemimpinan/administrasi yang
    ada, serta adanya organisasi lain yang lebih baik. Sedangkan unavoidable turnover
    disebabkan oleh pindah kerja ke daerah lain karena mengikuti pasangan, perubahan
    arah karir individu, harus tinggal di rumah untuk menjaga pasangan atau anak, dan
    kehamilan.
  2. Involuntary turnover adalah karyawan yang meninggalkan perusahaan karena
    terpaksa. Involuntary turnover diakibatkan oleh tindakan pendisiplinan yang
    dilakukan oleh perusahaan atau karena lay off.