Menurut Mobley (2000), keinginan untuk mengakhiri tugas atau
meninggalkan organisasi berhubungan dengan kepuasan kerja. Kepuasan
kerja yang dirasakan dapat mempengaruhi pemikiran seseorang untuk
keluar. Job stressors dan kurangnya kepuasan kerja merupakan salah satu
faktor yang dapat menimbulkan keinginan seseorang untuk meninggalkan
pekerjaan mereka. Oleh karena itu, menurut (Maertz dan Campion 1998),
proses identifikasi terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi niat untuk
pindah (turnover intention) menjadi suatu hal yang penting untuk
dipertimbangkan dan menjadi sesuatu yang efektif untuk menurunkan
angka turnover yang sebenarnya. Menurut (Harnoto, 2002), Turnover
Intention ditandai oleh berbagai hal yang menyangkut perilaku karyawan.
Indikasi-indikasi tersebut meliputi :
Tingginya Tingkat Absensi
Karyawan yang memiliki turnover intention biasanya cenderung
meningkatkan absensinya, hal itu terjadi karena dalam fase tersebut
tingkat tanggung jawab karyawan sudah sangat berkurang
dibandingkan sebelumnya.
- Malas Bekerja
Karyawan yang memiliki turnover intention akan lebih malas bekerja
karena orientasi karyawan ini adalah bekerja di tempat lain yang
dipandang mampu memenuhi keinginan karyawan tersebut. - Pelanggaran Tata Tertib Kerja
Berbagai pelanggaran tata tertib dalam lingkungan kerja sering
dilakukan karyawan yang memiliki turnover intention. Karyawan lebih
sering meninggalkan tempat kerja ketika jam kerja berlangsung,
maupun berbagai bentuk pelanggalan lainnya. - Peningkatan Protes Terhadap Atasan
Karyawan yang memiliki turnover intention, lebih sering melakukan
protes terhadap kebijakan-kebijakan perusahaan kepada atasan. Materi
protes yang ditekankan biasanya berhubungan dengan balas jasa atau
aturan lain yang tidak sependapat dengan keinginan karyawan. - Perilaku Yang Berubah
Biasanya hal ini berlaku untuk pegawai yang mempunyai karakteristik
positif. Pegawai ini mempunyai tanggung jawab yang tinggi terhadap
tugas yang dibebankan, dan jika perilaku positif pegawai ini meningkat
jauh dan berbeda dari biasanya justru menunjukkan pegawai ini akan
melakukan turnover
