Stress Kerja


Stress adalah reaksi yang muncul ketika seseorang mengalami
tekanan yang berlebihan akibat tuntutan, hambatan, atau peluang yang
terlalu banyak (8). Para ahli juga menyatakan bahwa stres kerja merupakan
kondisi emosional yang timbul karena ketidaksesuaian antara beban kerja
dan kemampuan individu dalam menghadapinya. Stres ini dipengaruhi oleh
perbedaan pribadi serta proses psikologis yang terjadi akibat situasi atau
peristiwa yang memberikan tekanan psikologis atau fisik secara berlebihan
(16).
Hubungan antara stres kerja dan kinerja karyawan mengikuti pola
kurva U terbalik, di mana tingkat stres moderat justru bersifat adaptif. Pada
level tersebut, stres dapat memperkuat konsentrasi, dorongan kerja,
vitalitas, serta keterlibatan karyawan (work engagement). Sebaliknya, stres
rendah sering kali menimbulkan kebosanan yang menurunkan motivasi,
sedangkan stres ekstrem memicu beban psikologis, kelelahan emosional,
dan penurunan keterlibatan (8). Teori kurva U terbalik ini menyoroti bahwa
stres optimal berpotensi memacu keterlibatan kerja secara efektif. Oleh
karena itu, organisasi disarankan untuk mengatur beban tugas dan tuntutan
kerja agar karyawan berada pada zona tantangan yang seimbang, sehingga
memaksimalkan tingkat keterlibatan kerja. Kesimpulannya, stres kerja
dapat dipahami sebagai kondisi ketegangan atau tekanan yang dialami
seseorang akibat ketidakseimbangan antara tuntutan pekerjaan dengan
kemampuan atau sumber daya yang dimiliki, hingga berdampak pada
emosi, proses berpikir, kesehatan fisik, serta kinerja karyawan di lingkungan
kerja.