Menurut (Resnick B, 2021), terdapat empat faktor yang mempengaruhi
resiliensi dalam individu :
- Self-Esteem
Self esteem adalah suatu hasil penilaian individu terhadap dirinya yang
diungkapkan dalam sikap positif dan negatif. Self esteem berkaitan
dengan bagaimana orang menilai tentang dirinya akan mempengaruhi
perilaku dalam kehidupan sehari-hari (Tambunan, 2001). Memiliki self
esteem yang baik pada masa individu dapat membantu myang
enghadapi kesengsaraan hidup karena dapat menilai sesuatu hal dari sisi
yang lebih positif. - Dukungan Sosial (social support)
(Poegoeh, D. P., & Hamidah, 2018) mengungkapkan bahwa dukungan
sosial adalah pertolongan yang diperoleh seseorang dari interaksinya
dengan orang lain dimana bantuan tersebut dapat menaikkan perasaan
positif sehingga akan berdampak pada kesejahteraan individu secara
umum. Seseorang yang mengalami kesulitan dan kesengsaraan akan
meningkatkan resiliensi dalam dirinya ketika pelaku sosial yang ada di
sekelilingnya memberikan dukungan terhadap penyelesaian masalah
atau proses bangkit kembali yang dilakukan oleh individu tersebut
karena adanya pertolongan dan bantuan dari orang lain. - Spiritualitas
Salah satu faktor yang dapat meningkatkan resiliensi pada individu
adalah ketabahan atau ketangguhan dan keberagaman serta spiritualitas.
Dalam hal ini pandangan spiritual pada individu percaya bahwa Tuhan
adalah penolong dalam setiap kesengsaraan yang tengah dialaminya,
tidak hanya manusia yang mampu menyelesaikan segala kesengsaraan
yang ada, dan dalam proses ini individu percaya bahwa Tuhan adalah
penolong setiap hambanya.. - Emosi Positif
Emosi positif juga merupakan faktor penting dalam pembentukan
resiliensi individu. Emosi positif sangat dibutuhkan ketika menghadapi
suatu situasi yang krisis dan dengan emosi positif dapat mengurangi
stres secara lebih efektif. Individu yang memiliki rasa syukur mampu
mengendalikan emosi negatif dalam menghadapi segala permasalahan
di dalam kehidupan
