Menurut Robbin & Judge (dalam Zahrudin et al., 2023), ada lima indikator
kepuasan kerja mencakup berbagai aspek yang penting untuk mempengaruhi
kepuasan kerja karyawan terhadap pekerjaannya, antara lain:
- Work itself (pekerjaan itu sendiri), mengacu pada sejauh mana pekerjaan itu
sendiri menarik, menantang, dan memberikan kesempatan untuk belajar dan
berkembang. Ini juga meliputi variasi tugas yang dimiliki karyawan dalam
melakukan pekerjaannya. - Pay (upah), berkaitan dengan jumlah kompensasi finansial yang diterima
karyawan dan sejauh mana hal ini dianggap adil dibandingkan dengan
pekerjaan yang dilakukan. Ini juga mencakup tunjangan dan manfaat lain
yang diterima. - Promotion (promosi), merujuk pada kesempatan untuk kemajuan karir
dalam organisasi. Ini meliputi kejelasan jalur karir, keadilan dalam proses
promosi, dan frekuensi promosi yang tersedia. - Supervision (pengawasan), berhubungan dengan kualitas pengawasan yang
diterima karyawan dari atasan langsung mereka. Ini mencakup kompetensi
teknis supervisor, dukungan, dan gaya kepemimpinan. - Co-Workers (rekan kerja), mengacu pada tingkat kepuasan karyawan
dengan rekan kerja mereka. Ini meliputi hubungan interpersonal, kerja sama
tim, dan atmosfer sosial di tempat kerja.
Merujuk dari uraian tersebut, bisa disimpulkan setiap indikator
berkontribusi pada tingkat kepuasan mereka secara keseluruhan. Dengan
memahami indikator kepuasan kerja, organisasi bisa lebih efektif dalam
mengidentifikasi faktor mana saja yang mempengaruhi kepuasan kerja serta
melaksanakan perbaikan yang perlu guna peningkatan kesejahteraan dan kepuasan
kerja
