Indikator Kepuasan Kerja


Menurut Robbin & Judge (dalam Zahrudin et al., 2023), ada lima indikator
kepuasan kerja mencakup berbagai aspek yang penting untuk mempengaruhi
kepuasan kerja karyawan terhadap pekerjaannya, antara lain:

  1. Work itself (pekerjaan itu sendiri), mengacu pada sejauh mana pekerjaan itu
    sendiri menarik, menantang, dan memberikan kesempatan untuk belajar dan
    berkembang. Ini juga meliputi variasi tugas yang dimiliki karyawan dalam
    melakukan pekerjaannya.
  2. Pay (upah), berkaitan dengan jumlah kompensasi finansial yang diterima
    karyawan dan sejauh mana hal ini dianggap adil dibandingkan dengan
    pekerjaan yang dilakukan. Ini juga mencakup tunjangan dan manfaat lain
    yang diterima.
  3. Promotion (promosi), merujuk pada kesempatan untuk kemajuan karir
    dalam organisasi. Ini meliputi kejelasan jalur karir, keadilan dalam proses
    promosi, dan frekuensi promosi yang tersedia.
  4. Supervision (pengawasan), berhubungan dengan kualitas pengawasan yang
    diterima karyawan dari atasan langsung mereka. Ini mencakup kompetensi
    teknis supervisor, dukungan, dan gaya kepemimpinan.
  5. Co-Workers (rekan kerja), mengacu pada tingkat kepuasan karyawan
    dengan rekan kerja mereka. Ini meliputi hubungan interpersonal, kerja sama
    tim, dan atmosfer sosial di tempat kerja.
    Merujuk dari uraian tersebut, bisa disimpulkan setiap indikator
    berkontribusi pada tingkat kepuasan mereka secara keseluruhan. Dengan
    memahami indikator kepuasan kerja, organisasi bisa lebih efektif dalam
    mengidentifikasi faktor mana saja yang mempengaruhi kepuasan kerja serta
    melaksanakan perbaikan yang perlu guna peningkatan kesejahteraan dan kepuasan
    kerja