Klasifikasi Jasa


Industri jasa adalah suatu organisasi yang
mengutamakan pada pelayanan secara individu untuk
suatu yang tidak berwujud dan tidak menghasilkan
kepemilikan sesuatu yang berwujud. Menurut Tjiptono
(2002), jasa memiliki empat karakteristik utama yang
membedakan dari baranag, yaitu :

  1. Intangibility
    Jasa berbeda dengan barang. Jika barang
    merupakan suatu objek, alat atau benda maka jasa
    adalah suatu perbuatan kinerja atau usaha. Jasa
    bersifat intangibile maksudnya tidak dapat dilihat,
    dirasa, dicium, didengar atau diraba sebelum dibeli
    dan dikonsumsi.
  2. Inseparability
    Barang biasanya diproduksi, kemudian dijual lalu
    dikonsumsi. Sedangkan jasa umumnya dijual
    terlebih dahulu baru kemudian diproduksi dan
    dikonsumsi secara bersamaan.
  3. Variability
    Jasa bersifat variabel karena banyak variasi bentuk,
    kualitas dan jenis tergantung pada siapa, kapan, dan
    dimana jasa tersebut dihasilkan.
  4. Perishability
    Jasa merupakan komoditas tidak tahan lama dan
    tidak dapat disimpan untuk dipergunakan diwaktu
    yang lain.
    Menurut Parasuraman, Zeithmal, Berry (1990),
    Pada hakikatnya pengukuran kualitas jasa atau produk
    hampir sama dengan pengukuran kepuasan pelanggan
    yaitu ditentukan oleh variabel harapan dan kinerja yang
    dirasakan. Merumuskan model kualitas jasa, model ini
    mengidentifikasi 5 gap yang menyababkan kegagalan
    delievery jasa. 5 gap tersebut adalah :
  5. Gap antara harapan konsumen dan persepsi
    manajemen. Dimana manajemen tidak selalu dapat
    merasakan apa yang diinginkan para pelanggan
    secara tepat.
  6. Gap antara persepsi manajemen dan spesifikasi
    kualitas jasa. Dimana mungkin manajemen mampu
    merasakan secara tepat apa yang diingkan para
    pelanggan, tetapi pihak manajemen tersebut tidak
    menyusun suatu standar kinerja tersebut.
  7. Gap antara spesifikasi kualitas jasa dan
    penyampaian jasa. Ada banyak faktor yang
    mempengaruhi pemberian jasa. Tenaga kerja
    barangkali belum memperoleh cukup latihan atau
    mempunyai beban kerja yang terlalu banyak.
  8. Gap antara penyampaian jasa dan komunikasi
    eksternal. Dimanna harapan konsumen dipengaruhi
    akan janji yang diutarakan oleh pemberi jasa
    melalui komunikasi.
  9. Gap antara jasa yang dirasakan dan jasa yang
    diharapkan. Dimana Gap ini terjadi bila konsumen
    mengukur kinerja atau prestasi perusahaan dengan
    cara berlainan dan salah dalam mempersepsikan
    kualitas jasa tersebut