Perilaku setelah melakukan pembelian dari suatu produk ditentukan dengan
perasaan puas atau tidak puas sebagai akhir dari proses penjualan. Perilaku seorang
konsumen pada penggunaan suatu produk yang berasal dari pengalaman sebelumnya
dapat membentuk suatu sikap. Dalam hal ini, sikap yang positif dapat dilihat dengan
adanya kesetiaan dari seorang konsumen pada produk serta merekomendasikan
kepada orang lain. Secara umum, loyalitas konsumen merupakan kesetiaan dari
konsumen terhadap suatu produk/jasa. Loyalitas dapat dijadikan sebagai bukti
seorang konsumen yang memiliki sikap positif terhadap perusahaan.
Menurut Mamang dan Sopiah (2013:104) menyatakan bahwa loyalitas adalah
komitmen pelanggan bertahan secara mendalam untuk berlangganan kembali
ataumelakukan pembelian ulang produk atau jasa terpilih secara konsisten di masa
yang akan datang, meskipun pengaruh situasi dan usaha-usaha pemasaran
mempunyai potensi untuk menyebabkan perubahan perilaku. Menciptakan pelanggan
yang loyal adalah inti dari setiap bisnis. Menciptakan hubungan yang kuat dan erat
dengan pelanggan adalah kunci keberhasilan pemasaran jangka panjang.
