Klasifikasi Jasa


Lovelock (2007;12) membagi klasifikasi jasa menjadi tujuh kriteria, yaitu:
1.Segmen Pasar
Berdasarkan segmen pasar, jasa dibedakan menjadi jasa kepada konsumen akhir seperti
Taksi, Asuransi jiwa, Pendidikan. dan Jasa kepada konsumen organisasional seperti jasa
akuntasni dan perpajakan, atau jasa konsultasi.

  1. Tingkat berkewujudan (Tangibility)
    Klasifikasi ini berhubungan dengan tingkat keterlibatan produk fisik dan konsumen.
    Klasifikasi ini dibedakan menjadi, Rented Goods Service, Owned Good Service, dan Non
    Goods Service.
    3.Keterampilan Penyedia Jasa
    Berdasarkan kriteria ini, jasa terdiri atas profesional service (seperti konsultan manajemen,
    konsultan hukum dan konsultan pajak) serta non profesional (seperti sopit taksi dna
    penjaga malam).
    4.Tujuan Organisasi Jasa
    Berdasarkan klasifikasi ini jasa dibagi menjadi commercial service atau profit
    service (seperti bank dan penerbangan), serta Non-Profit (seperti sekola, yayasan, panti
    asuhan dan museum).
    5.Regulasi
    Dalam klasifikasi ini, jasa dibedakan menjadi regulated service (Seperti pialang, angkutan
    umum dan perbankan) dan non-regulated (Seperti catering dan pengecatan rumah).
    6.Tingkat Intensitas karyawan
    Berdasarkan tingkatan ini, klasifikasi jasa dibedakan menjadi equipment-based
    service (seperti cuci mobil otomatis, ATM) dan People based service (seperti satpan, jasa
    akuntasni dan konsultan hukum).
    7.Tingkat Kontak Penyedia Jasa dan Pelanggan
    Pada klasifikasi ini jasa dibedakn menjadi high-contact service (seperti bank,
    dokter) dan low-contact service (seperti bioskop)