Model Kualitas Pelayanan


Suatu cara perusahaan agar tetap bisa menjadi yang terbaik adalah dengan
memberikan jasa dengan kualitas yang lebih tinggi dari pesaingnya secara
konsisten. Harapan konsumen dibentuk dari pengalaman masa lampau,
pembicaraan dari mulut kemulut serta promosi yang dilakukan oleh perusahaan
jasa, kemudian membandingkannya.
Sebuah model kualitas pelayanan telah dikembangkan oleh parasuraman et,
al (dalam Yazid, 2008 : 58) membantu mengidentifikasi gap (kesenjangan) antara
kualitas jasa yang dipersepsikan dan diterima pelanggan dengan model yang
mereka harapkan.
Model ini mengidentifisi lima gap yaitu :

  1. Gap harapan-persepsi manajemen
    Merupakan perbedaan antara harapan pelanggan dengan persepsi
    manajemen mengenai harapan konsumen. Riset menunjukkan bahwa
    organisasi jasa finansial seringkali memperlakukan aspek privacy dan
    kerahasiaan sebagai sesuatu yang relatif tidak penting.
  2. Gap persepsi manajemen-harapan kualitas jasa
    Merupakan perbedaan antara persepsi manajemen terhadap harapan
    konsumen dan spesifikasi kualitas jasa.
  3. Gap spesifikasi kualitas jasa-penyampaian jasa
    Merupakan perbedaan antara spesifikasi kualitas jasa dengan jasa yang
    secara aktual disampaikan. Ini sangat penting bagi jasa yang sisitem
    penyampaiannya sangat tergantung pada sumber daya manusia.
  4. Gap penyampaian jasa komunikasi eksternal pada konsumen
    Merupakan perbedaan antara minat penyampaian jasa dan apa yang
    dikomunikasikan tentang jasa kepada pelanggan. Ini membentuk harapan
    didalam diri pelanggan yang mungkin tidak terpenuhi dan seringkali
    merupakan hasil komunikasi yang tidak memadai oleh penyedia jasa.
  5. Gap jasa diharapkan-jasa yang dipersepsikan
    Yaitu mencerminkan perbedaan antara kinerja aktual dan persepsi
    pelanggan terhadap jasa. Penilaian subyektif terhadap kualitas jasa akan
    dipengaruhi oleh banyak faktor, yang seluruhnhya bisa mengubah persepsi
    terhadap jasa yang telah disampaikan.
    Menurut pendapat Zeithmal, Berry dan Pasaruman dalam Suryani (2008)
    mengemukakan bahwa untuk mengidentifikasi ada lima dimensi kualitas jasa
    yang digunakan konsumen dalam mengevaluasi kualitas terhadap jasa pelayanan
    yang diterima mengacu pada beberapa faktor, antara lain :
  6. Bukti Fisik
    Ditunjukkan dari kemampuan suatu perusahaan dalam menujukkan
    eksistensinya kepada pihak eksternal. Penampilan kantor, dan karyawan,
    kemampuan sarana dan prasarana fisik serta lingkungan sekitarnya adalah
    bukti nyata dari pelayanan yang diberikan oleh pemberi jasa.
  7. Keandalan
    Kemmapuan untuk memberikan pelayanan sesuai dengan yang
    dijanjikan secara akurat dan terpercaya.
  8. Daya Tanggap
    Suatau kemamuan untuk membantu dan memberikan pelayanan
    yang cepat dan tepat kepada pelanggan melalui penyampaian informasi
    yang jelas, serta didukung oleh adanya keinginan para staf dan karyawan
    untuk membantu dan memberikan pelayanan dengan tanggap.
  9. Jaminan
    Pengetahuan, kesopansantunan dan kemampuan para pegawai untuk
    menumbuhkan rasa percaya.
  10. Empati
    Memberikan perhatian yang tulus sifat individual/pribadi yang
    diberikan kepada para konsumen dengan berupaya memahami keinginan
    pasien, meliputi kemudahan dalam melakukan hubungan, komunikasi yang
    baik dan memahami kebutuhan kosumen.