Tahapan konsep kualitas pelayanan


Menurut Ibrahim Buddy (2000 : 6) ada enam tahap konsep kualitas yang
masing-masing tahap akan dijelaskan sebagai berikut :

  1. Konsep Tahap 1 sesuai standar (fitness to standard)
    Konsep ini menentukan kualitas produk sesuai petunjuk petunjuk
    standar berdasarkan desain yang telah ditentukan. Kelemahan konsep ini ialah
    :
    a. Sikap yang berorientasi pada inspeksi sehingga menimbulkan ketegangan
    antara bagian produksi dan bagian pemeriksa.
    b. Akibat sistem standar dan inspeksi maka orientasi ialah pada produk dan
    bukan pada kebutuhan pasar.
    c. Makin tinggi standar yang ditentukan maka makin rumit proses produksi
    dengan akibat banyak produk yang tidak sesuai sehingga biaya produksi
    meningkat makin tinggi.
  2. Konsep tahap 2 sesuai penggunaan pasar (fitness to use)
    Konsep ini membuat produk yang sesuai dengan penggunaan pasar.
    Hal ini tercapai apabila melakukan inspeksi. Kelemahan konsep ini adalah :
    a. Masih bertumpu pada inspeksi standard.
    b. Setiap proses produksi menimbulkan variabilitas produk walaupun untuk
    standar dan produk yang sama.
    c. Setiap produk baru akan mengundang persaingan yang dapat memberi
    harga jual yang lebih rendah apabila dapat mengurangi biaya produksi
    dalam proses inspeksi, sehingga pangsa pasar dapat berkurang.
  3. Prinsip tahap 3 sesuai harga (fitness of cost)
    Untuk memperoleh penurunan harga sambil mempertahankan tingkat
    yang tinggi, maka variabilitas proses produksi terus dikurangi sedemikian
    rupa sehingga tetap dalam batas inspeksi, serta diperlukan juga umpan balik
    dan koreksi dalam setiap langkah proses produksi. Kelemahan konsep ini
    adalah : para pesaing dan negara industri baru dapat membuat produk yang
    sama dengan biaya buruh yang lebih rendah sehingga dapat menawarkan
    harga jual yang lebih kompetitif.
  4. Konsep tahap 4 sesuai perkembangan kebutuhan (fitness to latent
    requirements)
    Konsep ini berusaha memberikan apa yang dibutuhkan konsumen
    meskipun saat itu produk belum ada di pasar, namun setelah di pasar
    langsung diminati oleh konsumen. Kelemahan konsep ini adalah : sekali
    konsumen tahu akan produk/jasa tersebut maka harus diusahakan perbaikan
    dan perubahan baru bersamaan dengan peningkatan kualitas.
  5. Konsep tahap 5 sesuai budaya perusahaan (fitness to corporate culture)
    Konsep ini mendasarkan kualitas sebagai landasan budaya perusahaan
    agar dapat memenuhui kebutuhan konsumen secara terus menerus dengan
    lebih baik.
  6. Konsep tahap 6 sesuai lingkungan global (fitness to global environ metal
    requirements)
    Konsep ini menghasilkan produk berkualitas yang melestarikan sumber
    daya alam yang langka sehingga terjaga dari kerusakan akibat penggunaan
    teknologi yang semakin canggih.