.
Emotional Intelligence pertama kali diteliti oleh Peter Salovey dan John D.
Mayer di tahun 1990-an mendefinisikan kecerdasan emosional sebagai bagian dari
kecerdasan sosial yang melibatkan kemampuan untuk memantau perasaan dan
emosi diri sendiri dan orang lain, untuk membedakan di antara mereka dan
menggunakan informasi ini untuk memandu pemikiran dan tindakan seseorang.
Kemudian konsep emotional intelligence ini dikembangkan lebih lanjut oleh Daniel
Goleman pada tahun 1998 yang mengatakan bahwa kecerdasan emosi adalah
kapasitas untuk mengenali perasaan diri dan perasaan orang lain, memotivasi diri
dan orang lain, dan mengatur emosi diri dengan baik dan ketika berhubungan
dengan orang lain.
Mengikuti perkembangan zaman, emotional intelligence telah diteliti oleh
beberapa peneliti seperti yang dilakukan Samosir et al., (2018) yang mengatakan
kecerdasan emosional adalah suatu kemampuan yang ada pada diri seseorang untuk
dapat memahami perasaan diri sendirimaupun perasaan orang lain, kemampuan
untuk memotivasi diri sendiri dalam situasi yang frustasi sehingga beban stress
tidak mempengaruhi kemampuan berpikirnya, serta kemampuan untuk mengelola
emosi pada diri sendiri dengan baik sehingga dapat hubungan sosial dengan orang
lain juga berjalan baik.
Penelitian dari Lestari et al., (2021) mengatakan kecerdasan emosi
merupakan kemampuan di bidang emosi yaitu kesanggupan menghadapi frustasi,
kemampuan mengendalikan emosi, semangat optimisme, dan kemampuan menjalin
hubungan dengan orang lain atau empati.
Penelitian yang dilakukan oleh Ratnasari et al. (2022) mengatakan
kecerdasan emosional (EQ) adalah kemampuan untuk mengenali perasaan, meraih
dan membangkitkan perasaan untuk membantu fikiran, memahami perasaan dan
maknanya, serta mengendalikan perasaan secara mendalam sehingga membantu
perkembangan emosi dan intelektual.
Berdasarkan teori-teori tersebut dapat disimpulkan bahwa emotional
intelligence merupakan kemampuan seseorang yang meliputi kontrol diri,
semangat, dan ketekunan, serta kemampuan untuk memotivasi diri sendiri maupun
orang lain
