Manajemen Pemasaran


Hampir semua orang beranggapan bahwa manajemen pemasaran
adalah mencari pelanggan sebanyak-banyaknya untuk produk-produk yang
sekarang ada pada perusahaan yang bersangkutan. kebanyakan diantaranya
hanya berfokus pada perancangan iklan dan aktifitas penjualan saja,
sedangkan tanggung jawab seorang pemasaran hanya difokuskan sebagai
wiraniaga (orang yang melakukan penjualan barang secara langsung kepada
konsumen). Tetapi pandangan ini terlalu sempit, karena konsumen
mempunyai tingkatan permintaan yang diinginkan untuk produknya.
Menurut Kotler dan Keller (2012:5) menyatakan bahwa, definisi
manajemen pemasaran adalah sebagai seni dan ilmu untuk memilih pasar
sasaran dan meraih, mempertahankan, serta menumbuhkan pelanggan dengan
menciptakan, menghantarkan, dan mengkomunikasikan nilai pelanggan yang
lebih unggul.
Pengertian menurut Assauri, Sofjan (2013:12) menyatakan bahwa,
manajemen pemasaran merupakan kegiatan penganalisaan, perencanaan,
pelaksanaan, dan pengendalian program-program yang dibuat untuk
membentuk, membangun, dan memelihara keuntungan dari pertukaran melalui
sasaran pasar guna untuk mencapai tujuan organisasi (perusahaan) dalam
jangka waktu yang panjang.
Menurut Suparyanto dan Rosad (2015:1) menyatakan bahwa,
manajemen pemasaran adalah proses menganalisis, merencanakan, mengatur,
dan mengelola program-program yang mencangkup pengkonsepan, penetapan
harga, promosi dan distribusi dari produk, jasa dan gagasan yang dirancang
untuk menciptakan dan memelihara pertukaran yang menguntungkan dengan
pasar sasaran untuk mencapai tujuan perusahaan.
Menurut Buchori dan Djaslim (2010:5) menyatakan bahwa,
manajemen pemasaran merupakan proses perencanaan dan pelaksanaan
konsepsi, penetapan harga, promosi dan distribusi gagasan, barang, dan jasa,
untuk menghasilkan pertukaran yang memuaskan individu dan memenuhi
tujuan organisasi