Motivasi yang dimiliki tiap konsumen sangat berpengaruh terhadap
keputusan yang akan diambil. Dari hal itu, maka motivasi yang dimiliki
oleh konsumen secara garis besar terbagi dua kelompok besar(Nugroho,
2013:35), yakni:
- Rasional Motif
Rasional adalah menurut pikiran yang sehat, patut, layak. Motif
adalah sebab-sebab yang menjadi dorongan. Tindakan seseorang jadi
rasional motif adalah suatu dorongan untuk bertindak menurut
pikiran yang sehat, patu, dan layak. - Emosional Motif
Emosional adalah penuh dengan perasaan, jadi emosional motif
adalah motif yang dipengaruhi oleh perasaan.
Adapu Metode/cara yang digunakan perusahaan dalam pemberian
motivasi terdiri atas(Nugroho, 2013:37) :
a. Metode Langsung (Direct Motivation)
Motivasi langsung adalah motivasi yang diberikan secara langsung
kepada setiap konsumen untuk memenuhi kebutuhan serta
kepuasannya. Hal ini sifatnya khusus, seperti bonus, tunjangan,
penghargaan, dan lain-lain.
b. Metode Tidak Langsung (Indirect Motivation)
Metode tidak langsung adalah motivasi yang diberikan hanya
merupakan fasilitas yang mendukung serta menunjang gairah
konsumen untuk melakukan pembelian. Adapun bentuk motivasi
yang diberikan oleh perusahaan dapat dalam bentuk insentif positif
maupun insentif negatif
1) Motivasi Positif (Insentif Positif)
Di dalam motivasi positif produsen tidak saja memberikan
dalam bentuk sejumlah uang tapi juga bisa memotivasi dengan
memberi hadiah, diskon, pelayanan yang optimum.
2) Motivasi Negatif (Insentif Negative)
Di dalam motivasi negatif produsen memotivasi konsumen
dengan standart pembelian, maka mereka akan mendapatkan
ganjaran. Dengan motivasi negatif ini semangat konsumen
dalam jangka waktu pendek akan meningkat
untukmelaksanakan pembelian karena mereka mempunyai
kepentingan terhadap kebutuhan tersebut
