Persepsi


Menurut Kotler menyatakan, “persepsi adalah proses yang
digunakan oleh individu untuk memilih, mengorganisasi, dan
menginterpretasi masukan informasi guna menciptakan gambaran yang
memiliki arti”.(Ramadhan, 2013:10).
Persepsi tidak hanya tergantung pada rangsangan dalam bentuk fisik,
tetapi juga tergantung pada rangsangan yang ada disekitarnya dan kondisi
yang ada pada seseorang dan persepsi lebih penting dibandingkan realitas
dalam pemasaran, karena persepsi yang dapat mempengaruhi konsumen
dalam berperilaku, selain itu orang bisa mempunyai persepsi yang berbeda
atas objek yang sama.(Fadila, 2013:45).
ada delapan dimensi persepsi seseorang terhadap
produk, Garvin(dalamRamadhan, 2013:12), yaitu:

  1. Dimensi Kinerja Produk (Performance)
    Kinerja merupakan karakteristik atau fungsi utama suatu produk.
    Hal ini merupakan manfaat atau khasiat utama produk yang kita
    beli. Biasanya ini menjadi pertimbangan pertama kita membeli
    produk.
  2. Dimensi Keterandalan Produk (Reliability)
    Keterandalan yaitu peluang suatu produk bebas dari kegagalan saat
    menjalankan fungsinya.
  3. Dimensi Fitur Produk (Feature)
    Dimensi fitur merupakan karakteristik atau ciri-ciri tambahan yng
    melengkapi manfaat dasar suatu produk. Fitur bersifat pilihan atau
    option bagi konsumen. Kalau manfaat utama sudah standar, fitur
    seringkali ditambahkan. Idealnya, fitur bisa meningkatkan kualitas
    produk kalau pesaing tidak memiliki.
  4. Dimensi Daya Tahan (Durability)
    Daya tahan menunjukkan usia produk, yaitu jumlah pemakaian
    suatu produk sebelum produk itu digantikan atau rusak. Semakin
    lama
    dayatahannyatentusemakinawet.Produkyangawetakandipersepsikan lebih
    berkualitas dibanding produk yang cepat habis atau cepat diganti.
  5. Dimensi Kesesuaian(Conformance)
    Adalah kesesuaian kinerja produk dengan standar yangdinyatakan
    suatu produk. Ini semacam janji yang harus dipenuhi olehproduk.
    Produk yang memiliki kualitas dari dimensi ini berarti
    sesuaidengan standarnya.
  6. Dimensi Kemampuan Diperbaiki (ServiceAbility)
    Sesuai dengan maknanya, disini kualitas produk ditentukan
    atasdasarkemampuan diperbaiki: mudah, cepat, dan kompeten.
    Produkyangmampu diperbaiki tentu kualitasnya lebih tinggi
    dibandingprodukyang tidak atau sulitdiperbaiki.
  7. Dimensi Keindahan Tampilan Produk(Aesthetic)
    Aesthetic atau keindahan menyangkut tampilan produk
    yangmembuat konsumen suka. Ini seringkali dilakukan dalam
    bentuk desainproduk atau kemasannya. Beberapa merek
    memperbarui wajahnyasupaya lebih cantik dimatakonsumen.
  8. Dimensi Kualitas yang Dirasakan (PreceivedQuality)
    Dimensi terakhir adalah kualitas yang dirasakan. Inimenyangkut
    penilaian konsumen terhadap citra, merek, atau iklan.Produk-
    produkyang bermerek terkenal biasanya dipersepsikan
    lebihberkualitasdibanding merek-merek yang tidak terkenal.
    Itulah sebabnyaproduk selalu berupaya membangun mereknya
    sehingga memilikibrand equity yang tinggi. Tentu saja ini tidak
    dapat dibangun dalamsemalam karena menyangkut banyak aspek
    termasuk dimensi kualitasdari kinerja, fitur, daya tahan,
    dansebagainya