Atribut Indikator Kinerja SCOR


Kinerja rantai pasok diukur menurut atribut indikator kinerja model SCOR.
Atribut metrik kinerja SCOR mengukur kinerja interproses SCOR (jadwalkan,
pengadaan, pembuatan, pengiriman, dan pengembalian). Penggunaan pengukuran
model ini memiliki banyak keuntungan dibandingkan menggunakan metrik standar.
Kesulitan jika ada standar pengukuran membandingkan kinerja antar organisasi
(Supply Chain Council, 2008). Atribut ukuran kinerja antar proses dalam SCOR
yaitu reliability, responsiveness, flexibility, cost, asset. Berdasarkan model SCOR
yang dikeluarkan oleh Supply Chain Council (2008), definisi indikator kinerja
utama meliputi:

  1. Reliability
    a. Delivery perfoemance (Kinerja pengiriman), yaitu jumlah produk
    produk yang diterima tepat waktu.
    b. Inventory inaccurancy (Persediaan tidak diperbolehkan), yaitu
    penyimpangan antara besaran fisik persediaan dengan catatan atau
    dokumen yang ada di gudang.
    c. Defect rate, yaitu tingkat pengiriman bahan cacat yang dikembalikan
    vendor aspek responsif.
  2. Responsiveness
    a. Waktu siklus perencanaan (planning cycle time), yaitu waktu yang
    diperlukan untuk mengembangkan jadwal produksi.
    b. Source item responsiveness, yaitu waktu yang dibutuhkan vendor jika
    variasi material bertambah, maka dapat memenuhi kebutuhan
    perusahaan permintaan dari pesanan awal.
  3. Flexibility
    a. Minimum order quanitity (kuantitas pesanan minimum), yaitu unit
    terkecil yang dapat diselesaikan vendor dalam setiap pesanan waktu
    pemesanan.
    b. Make volume flexibility (membuat volume transaksi fleksibel), yaitu
    presentase kenaikan yang memuaskan produksi dalam jangka waktu
    tertentu.
  4. Cost
    a. Defect cost (biaya cacat) yaitu biaya untuk mengganti produk yang
    cacat.
    b. Machine maintenance cost (biaya perawatan mesin) yaitu biaya
    perawatan mesin industri.
  5. Asset
    a. Payment term (jangka waktu pembayaran), yaitu perbedaan waktu rata-
    rata antara permintaan materi dan waktu dibayarkan kepada vendor.
    b. Cosh-to-cash time yaitu, saat perusahaan mengeluarkan uang
    pengadaan materail sampai perusahaan menerima pembayaran
    konsumen