Produk merupakan inti dari sebuah kegiatan pemasaran karena produk
merupakan output atau hasil dari salah satu kegiatan atau aktivitas perusahaan
yang dapat ditawarkan ke pasar sasaran untuk memenuhi kebutuhan dan
keinginan konsumen. Pada dasarnya dalam membeli suatu produk, seorang
konsumen tidak hanya membeli produk, akan tetapi konsumen juga membeli
manfaat atau keunggulan yang dapat diperoleh dari produk yang dibelinya.
Oleh karena itu, suatu produk harus memiliki keunggulan dari produk-produk
yang lain, salah satunya dari segi kualitas produk yang ditawarkan. Kualitas
produk merupakan salah satu kunci persaingan diantara pelaku usaha yang
ditawarkan kepada konsumen.
Kualitas produk menurut Tjiptono, F (2016:105) menyatakan bahwa,
“Definisi konvensional dari kualitas adalah sebagai gambaran langsung dari
suatu produk seperti performasi, keandalan, mudah dalam penggunaan
estetika dan sebagainya. Dalam definisi stratejik, kualitas adalah segala
sesuatu yang mampu memenuhi keinginan atau kebutuhan pelanggan
(meeting the needs of customer)”.
Kualitas Produk Menurut Wibowo (2014:113), kualitas didefinisikan
sebagai memenuhi atau melebihi harapan pelanggan. Berdasarkan Heizer dan
Render dalam (Wibowo 2014:113), mendefinisikan kualitas sebagai
kemampuan produk atau jasa memenuhi kebutuhan pelanggan.
Menurut Kotler and Armstrong dalam Putro et al., (2014:3) menyatakan
kualitas produk sebagai “the ability of a product to perform its functions. Its
includes the product’s overall durability, reliability, precision, ease of
operation and repair, and other valued attributes” yang artinya kualitas
produk berhubungan erat dengan kemampuan produk untuk menjalankan
fungsinya, termasuk keseluruhan produk, keandalan, ketepatan, kemudahan
pengoperasian dan perbaikan, dan atribut bernilai lainnya
