Supply Chain Management (SCM)


Supply chain atau rantai pasok terdiri dari semua pihak yang terlibat, baik
langsung maupun tidak tidak langsung dalam memenuhi permintaan pelanggan,
rantai pasok tidak hanya produsen dan pemasok tetapi juga melibatkan produsen,
pemasok, pengangkutan, pergudangan, pengecer dan pelanggan, semua saling
berhubungan. Supply chain memilki sifat yang dinamis namun melibatkan tiga
aliran yang konstan, yaitu aliran informasi, produk, dan uang. Beberapa aliran ini
berjalan di kedua arah dalam rantai pasok dan merupakan aliran yang
berhubungan. Menurut Pujawan & Mahendrawathi (2017), supply chain adalah
suatu jaringan yang terintegrasi untuk menciptakan produk dan mengantarkan
produk ke pengguna akhir.
Di dalam suatu jaringan supply chain terdapat tiga macam aliran yang harus
dikelola, pertama aliran material atau bahan, kedua aliran uang yang ketiga aliran
informasi. SCM merupakan pendekatan#sebuah sistem untuk menerapkan secara
total pengelolaan aliran informasi, bahan dan layanan dari bahan mentah melalui
pabrik dan gudang hingga ke pengguna akhir (Chase & Robert, 2018). SCM
berhubungan dengan penanganan jenis aliran tersebut (Chopra & Meindl 2013).
Menurut Heizer & Munson (2015), SCM adalah integrasi aktivitas rantai pasokan
dimulai dengan bahan baku, bahan setengah jadi dan produk akhir, serta
pengiriman ke pelanggan. Seluruh aktivitas ini mencakup pemasok, distributor dan
mengirimkan produk atau layanan ke pada pengguna akhir.