Pemilihan supplier adalah keputusan strategis yang dapat dilihat dari berbagai
macam faktor seperti faktor keberlanjutan dan faktor risiko. Pemilihan kriteria
supplier sangatlah subyektif dan memerlukan penilaian dalam pembuat keputusan.
Karena supplier lah yang akan menjadi penyedia bahan maupun jasa yang akan
digunakan oleh perusahaan untuk melakukan operasinya baik secara langsung
maupun tidak langsung. Sehingga supplier yang baik tentu akan mempengaruhi
performa perusahaan dalam melaksanakan operasinya. Diantara sekian banyak
divisi yang ada pada perusahaan, divisi pengadaan adalah yang bertugas untuk
melakukan pemilihan supplier.
Dalam memilih supplier yang tepat bagian pengadaan harus memastikan
bahwa setiap kebutuhan perusahaan akan dapat terpenuhi. Oleh karena itu bagian
pengadaan juga harus memiliki dasar pegangan untuk melakukan seleksi supplier.
Dasar pegangan tersebut dapat diperoleh dari kriteria serta sub-kriteria mengenai
syarat-syarat yang harus dimiliki oleh supplier untuk menjalin kerjasama dengan
perusahaan. Penggunaan pegangan berupa kriteria dan sub-kriteria pemilihan
supplier tersebut juga bermanfaat supaya perusahaan tidak hanya mementingkan
harga dan kualitas yang ditawarkan oleh supplier. Sehingga diharapkan dengan
penggunaan dasar pegangan tersebut maka perusahaan akan dapat memilih supplier
yang benar-benar tepat dan terbaik bagi perusahaan. Kriteria serta sub-kriteria yang
dibutuhkan perusahaan sendiri sering kali berbeda dengan perusahaan lain, oleh
karena itu bagian pengadaan juga harus benar-benar memahami mengenai
kebutuhan perusahaan supaya dapat memilih supplier yang terbaik bagi perusahaan
(Alikhani dkk, 2018).
