Pemain Utama Manajemen Rantai Pasokan


Ada beberapa pemain utama yang merupakan perusahaan yang
mempunyai kepentingan yang sama (Indrajit dan Djokopranoto, 2016),
yaitu:
1) Chain 1: Supplier
Jaringan bermula dari sini, yang merupakan sumber yang
menyediakan bahan pertama, dimana rantai penyaluran baru akan
mulai. Bahan pertama ini bisa dalam bentuk bahan baku, bahan
mentah, bahan penolong, barang dagangan, suku cadang dan lain-
lain.
2) Chain 1-2: Supplier-Manufactures
Manufaktur atau bentuk lain yang melakukan pekerjaan membuat,
mempabrikasi, mengasembling, merakit dan mengkonveksikan,
atau pun menyelesaikan (finishing). Hubungan kedua rantai
tersebut sudah mempunyai potensi untuk melakukan penghematan.
Penghematan dapat diperoleh dari inventories bahan baku, bahan
setengah jadi dan bahan jadi yang berada di pihak supplier,
manufacturer dan tempat transit merupkan target untuk
penghematan ini.
3) Chain 1-2-3: Supplier-Manufactures-Distribution
Barang yang sudah dihasilkan oleh manufactures sudah mulai
harus disalurkan kepada pelanggan. Walaupun sudah tersedia
banyak cara untuk menyalurkan barang kepada pelanggan, yang
umum adalah melalui distributor dan ini biasanya ditempuh oleh
sebagian besar supply chain.
4) Chain 1-2-3-4: Supplier-Manufactures-Distribution-Retail Outlet
Pedagang besar biasanya mempunyai fasilitas gudang sendiri atau
dapat juga menyewa dari pihak lain. Gudang ini digunakan untuk
menyimpan barang sebelum disalurkan lagi ke pihak pengecer.
Disini ada kesempatan untuk memperoleh penghematan dalam
bentuk jumlah inventoris dan biaya gudang dengan cara melakukan
desain kembali pola pengiriman barang baik dari gudang
manufacture maupun ke toko pengecer.
5) Chain 1-2-3-4-5: Supplier-Manufactures-Distribution-Retail
Outlet-Customer
Para pengecer atau retailer menawarkan barang langsung kepada
para pelanggan atau pembeli atau pengguna barang tersebut