Information Sharing


Keterlibatan pihak dalam supply chain termasuk partner menimbulkan masalah
terkait dengan respon konsumen maupun penghantaran yang membutuhkan
solusi inovatif Turban et al dalam Anatan dan Ellitan (2008:106). Masalah dapat
bersumber dari ketidakpastian (terkait dengan perkiraan permintaan dan delivery
times, maupun masalah kualitas) dan perlunya koordinasi berbagai aktivitas
dalam unit internal serta partner bisnis. Peran sistem informasi dalam
mensukseskan integrasi supply chain tidak dapat dipungkiri. Sistem informasi
menciptakan kesuksesan link anatara konsumen dan pemasok secara langsung,
yang memungkinkan pemasok untuk merespon perubahan pasar sehingga
permintaan dan penawaran dalam pasar seimbang. Informasi sangat diperlukan
dalam pembuatan keputusan supply chain managemnt melalui perputaran produk
maupun jasa di sepanjang jalur supply chain (Anatan dan Ellitan, 2008:106).
Supply chain managemnt yang efektif dalam lingkungan bisnis yang kompetitif
saat ini ditandai dengan pemberian produk yang tepat pada konsumen pada waktu
yang tepat. Integrasi aliran persediaan melalui supply chain management
merupakan kunci untuk mencapai kapabilitas dimana level integrasi tersebut
memerlukan kesadaran organisasi akan meningkatkan persaingan antar organisasi
sehingga bagian jaringan kerja. Sharing informasi juga sangat penting dalam
integrasi supply chain management karena organisasi perlu informasi tentang
perubahan permintaan yang diinterpretasikan untuk menilai pola perminytaan
konsumen. Dalam supply chain management mencangkup information flow dan
material flow yang keduanya secara bersama–sama sangat penting untuk
mencapai kinerja perusahaan yang optimal. Teknologi informasi dalam sharing
information interorganisasi memungkinkan untuk merangkaikan aliran informasi
dari aliran material dan mengelola informasi sebagai sumber yang memberikan
informasi penting untuk koordinasi proses bisnis dan aliran material (Anatan dan
Ellitan, 2008:108).