Indikator Manajemen Risiko


Proses Pengelolaan Risiko untuk mengimplementasikan manajemen risiko
secara komprehensif ada beberapa tahap yang harus dilaksanakan oleh suatu
perusahaan (Mamduh M. Hanafi, 2014:10), yaitu :

  1. Identifikasi risiko
    Identifikasi risiko dilakukan untuk mengidentifikasi risiko-risiko apa saja
    yang dihadapi oleh suatu organisasi. Banyak risiko yang dihadapi oleh
    suatu organisasi, mulai dari risiko penyelewengan oleh karyawan, risiko
    kejatuhan meteor atau komet, dan lainnya. Ada beberapa teknik untuk
    mengidentifikasi risiko, misal dengan menelusuri sumber risiko sampai
    terjadinya peristiwa yang tidak diinginkan.
  2. Evaluasi dan Pengukuran Risiko
    Langkah berikutnya adalah mengukur risiko tersebut dan mengevaluasi
    risiko tersebut. Tujuan evaluasi risiko adalah untuk memahami
    karakteristik risiko dengan lebih baik. Jika kita memperoleh pemahaman
    yang lebih baik, maka risiko akan lebih mudah dikendalikan. Evaluasi
    yang lebih sistematis dilakukan untuk ‘mengukur’ risiko tersebut.
  3. Pengelolaan Risiko
    Setelah analisis dan evaluasi risiko, langkah berikutnya adalah mengelola
    risiko. Risiko harus dikelola. Jika organisasi gagal mengelola risiko,
    maka konsekuensi yang diterima bisa cukup serius, misal kerugian yang
    besar. Risiko bisa dikelola dengan berbagai cara, seperti penghindaran,
    ditahan (retention), diversifikasi, atau ditransfer ke pihak lainnya. Erat
    kaitannya dengan manajemen risiko adalah pengendalian risiko (risk
    control), dan pendanaan risiko (risk financing)