Kualitas Produk


Produk memiliki arti penting bagi perusahaan karena tanpa adanya
produk, perusahaan tidak akan dapat melakukan apapun dari usahanya.
Pembeli akan merasa cocok, karena itu produk harus disesuaikan dengan
keinginan ataupun kebutuhan pembeli agar pemasran produk dapat berhasil.
Dengan kata lain, pembuatan produk lebih baik diorientasikan pada keinginan
pasar atau selera konsumen (Kususmasasti and Andarwati Hadiwidjojo
2017).
Kualitas produk adalah kemampuan suatu produk atau jasa untuk
melaksanakan fungsinya dengan mempertimbangkan berbagai aspek seperti
keandalannya, daya tahan yang dimilikinya, nilai kemudahannya,
kebutuhannya akan perbaikan, serta nilai-nilai lainnya yang juga perlu
diperhatikan (Lestari and Yulianto 2018). Sedangkan menurut Kotler dan
Amstrong kualitas produk merupakan salah satu sarana positioning utama
pasar (Kotler and Keller 2012). Kualitas produk mempunyai dampak
langsung pada kinerja produk atau jasa, oleh karena itu kualitas berhubungan
erat dengan loyalitas pelanggan (Kususmasasti and Andarwati Hadiwidjojo
2017).
Sifat khas mutu suatu produk yang handal harus mempunyai dimensi,
karena harus member kepuasan dan nilai manfaat yang besar bagi konsumen
dengan melalui berbagai cara. Menurut Sviokla, Kualitas memiliki delapan
dimensi pengukuran yang terdiri atas aspek-aspek sebagai berikut :

  1. Perfomance, Kinerja di sini merujuk pada karakter produk inti yang
    meliputi merek, atribut-atribut yang dapat diukur, dan aspek-aspek
    kinerja individu. Kinerja produk biasanya didasari oleh preferensi
    subjektif pelanggan yang pada dasarnya bersifat umum.
  2. Features, yaitu aspek yang berguna untuk menambah fungsi dasar,
    berkaitan dengan pilihan-pilihan produk dan pengembangannya.
  3. Reliability, hal yang berkaitan dengan probabilitas atau kemungkinan
    suatu barang berhasil menjalankan fungsinya setiap kali digunakan.
  4. Canformance, hal ini berkaitan dengan tingkat kesesuaian terhadap
    spesifikasi yang telah ditetapkan sebelumnya berdasarkan keinginan
    pelanggan
  5. Durability, Yaitu suatu refleksi umur ekonomis berupa ukuran daya
    tahan atau masa pakai barang.
  6. Servieability. Yaitu karakteristik yang berkaitan dengan kecepatan,
    kompetensi, kemudahan, dan akurasi dalam memberikan layanan untuk
    perbaikan barang.
  7. Asthetics, merupakan karakterisitik yang bersifat subyektif mengenai
    nilai estetika yang berkaitan dengan pertimbangan pribadi dan refleksi
    dari preferensi individual.
  8. Percived quality, Konsumen tidak selalu memiliki informasi lengkap
    mengenai atribut-atribut produk. Namun demikian, biasanya konsumen
    memiliki informasi tentang produk secara tidak langsung