Indikator Kinerja Terdapat empat pengukuran kinerja, indikator kinerja
menurut (Anandita et al., 2021) antara lain sebagai berikut:
1) Kualitas kerja adalah seberapa baik seorang karyawan mengerjakan apa
yang seharusnya dikerjakan.
2) Kuantitas kerja adalah seberapa lama seseorang karyawan bekerja dalam
satu harinya. Kuantitas kerja ini dapat dilihat dari kecepatan kerja setiap
karyawan itu masing-masing.
3) Pelaksanaan tugas adalah seberapa jauh karyawan mampu melakukan
pekerjaanya dengan akurat atau tidak ada kesalahan.
4) Tanggung jawab terhadap pekerjaan adalah kesadaran akan kewajiban
karyawan untuk melaksanakan pekerjaan yang diberikan perusahaan.
c. Faktor-faktor Kinerja Karyawan
Kinerja karyawan pada saat melakukan pencapaian dapat disebabkan oleh
beragam faktor, menurut Kasmir (2018) faktor tersebut antara lain :
1) Keahlian dan Kemampuan
Setiap orang baik atasan maupun bawahan harus memiliki kemampuan dan
keahlian yang dapat dipakai untuk mewujudkan tujuan perusahaan.
Semakin ahli dan mampu seorang pekerja dalam menyelesaikan tugasnya
dengan tepat semakin ringan seseorang dalam menyelesaikan pekerjaannya
dengan tepat, oleh sebab itu melalui kemampuan dan keahlian yang dimiliki
seseorang akan berpengaruh pada kinerja setiap orang.
2) Pengetahuan
Seseorang yang memiliki output pekerjaan yang baik itu disebabkan karena
seseorang tersebut mempunyai kemampuan yang lebih detail akan bidang
tersebut. Sebaliknya, jika seseorang tidak memiliki kemampuan tentang
pekerjaannya yang memadai maka hasil output yang didapatkan cenderung
rendah.
3) Rancangan Kerja
Suatu faktor di mana karyawan dimudahkan dalam menjalankan tanggung
jawab beserta tugasnya. Suatu pekerjaan dengan rancangan yang bagus akan
mengurangi tingkat kesulitan karyawan dalam menyelesaikan sebuah
pekerjaan yang dijalankannya.
4) Kepribadian
Merupakan keseluruhan seorang individu dalam berinteraksi dan bereaksi
satu dengan yang lainnya dalan sebuah organisasi. Seseorang yang
mempunyai pribadi baik, dipastikan mampu menjalankan kewajibannya
secara bertanggung jawab serta penuh kesungguhan sehingga akan
berpengaruh pada kinerjanya yang semakin baik.
5) Motivasi Kerja
Faktor ini muncul dari dalam diri seorang karyawan supaya seseorang
tergerak atau terpengaruh dalam menjalankan sesuatu, jika seseorang
mempunyai dukungan yang kuat dari sekelilingnya, maka orang tersebut
akan termotivasi dalam menjalankan tugas dan kewajibannya.
6) Komitmen
Faktor yang memengaruhi kinerja karyawan sesuai dengan kepatuhan
karyawan dalam menjalankan setiap peraturan yang berlaku di sebuah
organisasi ataupun perusahaannya. Dengan kesepakatan yang ada bahwa
karyawan akan mematuhi setiap SOP yang berlaku, maka karyawan tersebut
berupaya maksimal dalam bekerja dan merasa bersalah jika peraturan
tersebut dilanggar.
7) Gaya Kepemimpinan
Merupakan sikap seorang pemimpin dalam menghadapi atau memerintah
kepada bawahannya. Kenyataannya, gaya kepemimpinan dapat diterapkan
sesuai dengan kondisi suatu organisasi.
8) Kompensasi
bentuk motivasi karyawan agar berusaha mencapai kinerja yang maksimal
bagi kepentingan karyawan.
9) Lingkungan Kerja
Merupakan suasana dan kondisi lingkungan yang berada disekitar seseorang
bekerja. Suasana yang nyaman dan aman akan memberi kenyamanan
sehingga kinerja karyawan dengan lebih optimal
