Untuk Melakukan suatu penilaian kinerja dibutuhkan metode penilaian
yang memiliki tingkat dan analisa yang represif. Menurut Daryanto (2017, p. 68)
ada dua kategori dasar dari metode penilaian yang sering digunakan dalam
organisasi adalah metode objektif dan metode pertimbangan.
- Metode Objektif (Objective Method)
Menyangkut dengan sejauhmana seseorang bisa bekerja dan menunjukkan
bukti kemampuan dia bekerja sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.
Bagi banyak pihak metode objektif bisa memberikan hasil yang tidak begitu
akurat karena bisa saja seorang karyawan memiliki kesempatan yang bagus
maka dia terlihat mampu bekerja dengan sangat baik dan penuh semangat,
sedangkan ada karyawan tidak memiliki kesempatan dan dia tidak bisa
menunjukkan kemampuannya secara maksimal. - Metode Pertimbangan (Judgement Method)
Adalah metode penilaian berdasarkan nilai rangking yang dimiliki oleh
seorang karyawan, jika dia memiliki nilai rangking yang tinggi maka artinya
dia memiliki kualitas kinerja yang bagus, dan begitu pula sebaliknya. Sistem
penilaian rangking ini dianggap memiliki kelemahan jika seorang karyawan
ditempatkan dalam kelompok kerja yang memiliki rangking yang bagus,
maka penilaiannya akan memengaruhi posisinya sebagai salah satu karyawan
yang dianggap baik, begitu pula sebaliknya jika seorang karyawan
ditempatkan dalam kelompok dengan rangking buruk maka otomatis
rangkingnya juga tidak bagus
