Menurut Hadari Nawawi (2010:79) menyatakan bahwa aspek atau
indikator untuk melakukan pengukuran terhadap kinerja sebagai berikut:
a. Kualitas Hasil Kerja
Kualitas kerja yang dicapai berdasarkan syarat-syarat kesesuaian dan
ditentukan.
b. Kuantitas Hasil Kerja
Jumlah kerja yang dilakukan dalam suatu periode yang ditentukan.
c. Jangka Waktu yang dibutuhkan
Cara untuk mengatur dan memanfaatkan setiap bagian dari waktu
untuk melakukan aktivitas tertentu yang sudah ditargetkan atau di
tentukan dalam jangka waktu tertentu dan aktivitas tersebut harus
selesai.
d. Kehadiaran dan Kegiatan selama di tempat kerja
Yaitu kedatangan karyawan, jam istirahat dan jam pulang sesuai
dengan jadwal yang telah disepakati.
e. Kerjasama
Kesediaan untuk bekerjasama dengan orang lain atau sesama anggota
organisasi.
Menurut Hadari Nawawi (2010:79) “terdapat beberapa unsur
penting kinerja yaitu:
a. Unsur kemempuan,
b. Unsur usaha,
c. Unsur kesepakatan
Ketiga unsur di atas bermuara pada hasil kerja yang dicapai.
Dengan demikian berarti seseorang yang memiliki kemampuan tinggi di
bidang kerjanya hanya akan sukses apabila memiliki kesediaan
melakukan usaha yang terarah pada tujuan organsiasi. Tanpa usaha,
kemampuan akan kehilangan artinya. Selanjutnya kemampuan dan usaha
saja tidak cukup apabila tidak ada kesempatan untuk sukses, baik yang
diciptakan sendiri maupun yang diperoleh dari pihak lain, khususnya dari
pihak atasan masing-masing. (Hadari Nawawi:2010:79)
Menurut Jason A. Colquitt, Jeffery A. Lepine dan Michael J.
Wesson (2009:37), kinerja adalah “job performance is formally defined as
the value of the set of employee behaviors that contribute, either positively
or negatively, to organizational goal accomplishment”. Prestasi kerja
secara formal didefinisikan sebagai nilai dari himpunan perilaku
karyawan yang memberikan kontribusi, baik positif maupun negatif,
untuk mencapai tujuan organisasi.
Menurut Mathis dan Jackson (2012:78) “kinerja karyawan adalah
apa yang dilakukan oleh seorang karyawan yang mempengaruhi seberapa
banyak mereka member kontribusi kepada organisasi yang antara lain
termasuk kuantitas output, kualitas output, jangka waktu output, kehadiran
ditempat kerja dan sikap kooperatif”
