Indikator Kinerja Karyawan


Indikator kinerja digunakan untuk mengukur sejauh mana
pencapaian kinerja karyawan. Hal ini dapat ditentukan melalui dimensi-
dimensi atau indikator yang dijabarkan sebagai berikut :
a. Kualitas Kerja Karyawan
Kualitas kerja karyawan dapat diukur dari persepsi karyawan
terhadap kualitas pekerjaan yang dihasilkan serta kesempurnaan tugas
terhadap keterampilan dan kemampuan karyawan (Robbins,
2016:260). Kualitas kerja dapat digambarkan dari tingkat baik
buruknya hasil kerja karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan juga
kemampuan dan keterampilan karyawan dalam mengerjakan tugas
yang diberikan padanya sesuai standar yang ditetapkan.
b. Kuantitas Kerja
Kuantitas kerja merupakan jumlah yang dihasilkan dinyatakan
dalam istilah jumlah unit, jumlah siklus aktivitas yang diselesaikan
(Robbins, 2016:261). Indikator kuantitas kerja misalnya karyawan
dapat bekerja dibawah tekanan, kemampuan mencapai target yang
ditetapkan dan dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat dari
batas waktu yang ditentukan perusahaan.
c. Ketepatan Waktu
Ketepatan waktu merupakan tingkat aktivitas diselesaikan pada
awal waktu yang dinyatakan, dilihat dari sudut koordinasi dengan
hasil output serta memaksimalkan waktu yang tersedia untuk aktivitas
lain (Robbins, 2016:260).
d. Efektivitas
Efektivitas merupakan tingkat penggunaan sumber daya organisasi
(tenaga, uang, teknologi dan bahan baku) dimaksimalkan dengan
maksud menaikan hasil dari setiap unit dalam penggunaan sumber
daya (Robbins, 2016:261).
e. Kemandirian
Kemandirian merupakan tingkat seseorang yang nantinya akan
dapat menjalankan fungsi kerjanya tanpa menerima bantuan,
bimbingan dari atau pengawas (Robbins, 2016:261). Hal ini
mennunjukan bahwa seorang karyawan harus bisa mandiri artinya
karyawan ketika melakukan pekerjaannya tidap perlua diawasi selalu
bisa menjalankan sendiri fungsi kerjanya tanpa meminta bantuan,
bimbingan dari orang lain atau pengawas