Fungsi Kepemimpinan


Kepemimpinan merupakan salah satu fungsi manajemen untuk
memengaruhi, mengarahkan, memotivasi, dan mengawasi orang lain agar dapat
melakukan tugas-tugas yang direncanakan, sehingga mencapai sasaran dan
tujuan organisasinya. Kemampuan kepemimpinan (leadership) seorang manajer
akan sangat memengaruhi kinerja organisasi, terutama dalam hal penjcapaian
tujuan bersama (Raharjo, 2020).
Pada hakikatnya fungsi kepemimpinan terdiri dari 2 aspek, yaitu :
a. Fungsi administrasi, yaitu mengadakan formulasi kebijaksanaan
administrasi dan menyediakan fasilitasnya.
b. Fungsi sebagai top manajemen, yaitu mengadakan perencanaan,
pengorganisasian, pendelegasian, pengarahan, pemerintahan,
pengontrolan, dan sebagainya.
Sementara, menurut Hadari Nawawi secara operasional fungsi
kepemimpinan dibedakan kedalam lima fungsi pokok kepemimpinan,
yaitu :
a. Fungsi Instruktif
Pemimpin berfungsi sebagai komunikator yang menentukan apa
(isi perintah), bagaimana (cara mengerjakan perintah), bilamana
(waktu memulai, melaksanakan dan melaporkan hasilnya), dan
dimana (tempat mengerjakan perintah) agar keputusan dapat
diwujudkan secara efektif. Sehingga fungsi orang yang dipimpin
hanyalah melaksanakan perintah.
b. Fungsi Konsultasi
Pemimpin dapat menggunakan fungsi ini sebagai konukasi dua
arah. Hal tersebut digunkan manakala pemimpin dalam usaha
menetapkan keputusan yang memerlukan bahan pertimbangan dan
berkonsultasi dengan orang-orang yang dipimpinnya.
c. Fungsi Partisipasi
Dalam menjalankan fungsi partisipasi pemimpin berusaha
mengaktifkan orang-orang yang dipimpinnya, baik dalam
pengambilan keputusan maupun dalam melaksanakannya. Setiap
anggota kelompok memperoleh kesempatan yang sama untuk
berpartisipasi dalam melaksanakan kegiatan yang dijabarkan dari
tugas-tugas pokok sesuai posisi masing-masing.
d. Fungsi Delegasi
Pemimpin memberikan pelimpahan wewenang membuat dan
menetapakn keputusan.
e. Fungsi Pengendalian
Kepemimpinan yang efektif harus mampu mengatur aktivitas
anggotanya secara terarah dan dalam koordinasi yang efektif,
sehingga memungkinkan tercapainya tujuan bersama secara maksimal
(Nawawi, 1995)